LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. GAYA

Kata Penelitian, Batas antara Benci dan Cinta Memang Beneran Tipis

Rasa cinta dan benci disebut memiliki struktur yang identik, sehingga mampu merangsang bagian otak yang sama.

2023-02-08 07:00:00
Seputar Cinta
Advertisement

Ada orang yang bilang, jangan terlalu benci terhadap seseorang. Pasalnya, rasa benci itu bisa berbalik menjadi cinta. Soalnya, rasa cinta dan benci itu tipis batasnya. Apakah hal ini benar?

Ternyata, pendapat di atas memang ada dasarnya. Sebuah penelitian yang dilakukan di University College London mengemukakan bukti bahwa batas antara perasaan benci dan cinta itu sebenarnya memang sangat tipis. Rasa cinta dan benci di dalam otak disebut memiliki struktur yang identik.

Profesor Semir Zeki sebagai penulis penelitian tersebut memindai otak dari tujuh belas laki-laki dan perempuan yang menjadi partisipan riset. Mereka diperlihatkan foto orang yang mereka benci dan wajah orang-orang yang mereka kenal tanpa ada rasa benci maupun cinta, sebut saja perasaan 'netral'.

Advertisement

Benci dan Cinta Mampu Mengaktifkan Bagian Otak yang Sama

Advertisement

IU dan Lee Joon Gi sebagai pasangan di Moon Lovers: Scarlet Heart Ryeo ©SBS

Penelitian yang diterbitkan dalam jurnal PLoS One ini menunjukkan hasil yang unik. Perasaan benci maupun cinta mampu mengaktifkan bagian putamen dan insula yang bertugas memunculkan perasaan. Ketika melihat orang yang dibenci, bagian ini menjadi aktif. begitu pula saat mereka diperlihatkan foto orang-orang yang mereka cintai, bagian putamen dan insula juga aktif secara signifikan.

Hal ini memberi kesempatan pada seseorang untuk merasakan cinta kepada orang yang dibenci atau justru benci kepada orang yang dicintai.

Satu hal yang membuat benci dan cinta mirip adalah keduanya seringkali membuat seseorang melakukan tindakan tidak rasional dan mendorong melakukan tindakan heroik atau jahat dalam situasi tertentu. Bahkan terkadang benci kepada seseorang sebenarnya bisa dipicu karena ia memiliki ketertarikan spesial kepada orang yang dibencinya.

Itulah mengapa sebaiknya kamu tidak boleh terlalu benci atau terlalu cinta kepada seseorang karena bisa jadi perasaan itu berubah dan berbalik tanpa kamu sadari.

Reporter: Febi Anindya Kirana
Sumber: Fimela.com

(mdk/tsr)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.