LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. GAYA

Jogja-Netpac Asian Film Festival gelar pemutaran film-film Asia

JAFF, festival film internasional yang berfokus pada sinema Asia, kembali digelar pada 1 – 6 Desember 2014.

2014-11-24 12:04:00
Film Asia
Advertisement

Jogja-Netpac Asian Film Festival (JAFF), festival film internasional yang berfokus pada sinema Asia akan kembali digelar pada tanggal 1–6 Desember 2014.

Festival film ini pertama kali digelar pada tahun 2006, diprakarsai tokoh-tokoh yang tak asing lagi di dunia sinema seperti Garin Nugroho, Budi Irawanto, Philip Cheah, dan IfaIsfansyah.

Tahun ini, pelaksanaan festival diselenggarakan di beberapa lokasi, yaitu Empire XXI, Taman Budaya Yogyakarta, Bentara Budaya Yogyakarta, dan empat desa di Yogyakarta, yaitu Giriloyo, Nitiprayan, Sidoakur, dan Banyusumilir.

Pada perhelatan yang ke-9 ini, JAFF akan mengusung tema 'Re-Gazing at Asia (Menatap Ulang Asia).Tujuannya adalah menggarisbawahi peran penting para sutradara dan produser perempuan untuk membantu publik memandang-ulang Asia lewat sentuhan afeksi dan semangat kesetaraan.

Photo by JAFF 9

"The 9th Jogja-NETPAC Asian Film Festival (JAFF) tak hanya menggarisbawahi munculnya sutradara perempuan Asia, tapi juga meneguhkan pentingnya perspektif 'perempuan' dalam memandang persoalan perempuan dan jagad sosial melalui lensa sinematik." ungkap Budi Irawanto.

"Karena itu, 'Re-Gazing at Asia' dipilih sebagai tema JAFF tahun ini yang menegaskan keniscayaan melihat Asia dengan melawan cara pandang stereotipikal, patriarkis, dan cenderung menguasai pihak lain.” Lanjut pria yang menjabat sebagai Festival Director ini.

Meskipun film pembuka festival ini, Like Father Like Son, disutradarai oleh sineas pria asal Jepang, Hirokazu Koreeda, namun film ini berkutat pada masalah keluarga di ranah domestik yang selama ini secara stereotipikal dianggap ranah perempuan.

Sementara sebagai penutup akan ditayangkan film Snowpiercer (Bong Joon-Ho), yang merupakan bagian dari spesial program bertajuk Glimpse of Current of Korean Cinema, hasil kerjasama dengan Korean Cultural Center (KCC). Selain film tersebut, selama festival berlangsung akan ada dua film peraih box office di Korea Selatan lainnya yang ditayangkan.

Secarakeseluruhan, ada 75 film dari 18 negara yang berpartisipasi di JAFF kali ini. Film-film tersebut akan diputar dalam program-program utama festival yang terdiri atas ASIAN FEATURE (pemutaran sekaligus kompetisi film-film panjang Asia), LIGHT OF ASIA (eksibisi dan kompetisi film pendek Asia), ASIAN IN FOCUS (pemutaran film Asia yang berprestasi), dan INDONESIAN CINEMA (pemutaran film-film Indonesia).

Tahun ini untuk pertama kalinya diselenggarakan STUDENT AWARD. Di sini para mahasiswa diundang untuk menyaksikan dan menilai suatu film. Penilaian ini nantinya akan mendapat penghargaan dari pihak penyelenggara.

Selain pemutaran dan apresiasi film, JAFF juga dimeriahkan kesenian lokal yang tampil pada pembukaan dan penutupan, forum diskusi tentang dunia sinema dengan para sineas dan komunitas film nusantara, serta pertunjukan layar tancap di 4 desa di Yogyakarta.

Advertisement

Baca juga:
Bekas atlet futbol AS buang karir cemerlang demi fakir miskin
8 tipe pengguna sosmed, dari yang pasif sampai yang narsis
Mau ngerjain orang yang dibenci? Sewa saja perusahaan online ini
Baru 5 bulan belajar gambar, pemuda ini ciptakan ilusi 3D keren
Demi amal, pria ini jalan kaki sejauh 15.000 km

(mdk/tsr)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.