Ini tantangan Anda membuka toko kue online
Menjual makanan secara online memang selalu memiliki kesulitan tersendiri. Tapi tahukah Anda kesulitan membuka toko kue
Menjajakan kue secara online sudah menjadi kegiatan ibu satu anak bernama lengkap May Irianti. Bisnis kue yang awalnya digagas dari hobinya membuat kue dan nge-blog ini akhirnya menjadi bisnis utama wanita yang lahir di Gresik, 2 Mei 1983 ini.
Meski sudah memulai berbisnis sejak tahun 2007 hingga akhirnya membuat online shop DapurMae.com, May masih menghadapi tantangan besar untuk mengantarkan kue yang dia buat untuk pelanggannya di dunia internet. "Saya pernah harus membuat kue ulang karena kue yang diantar jatuh dan rusak. Pernah juga saya harus memperbaiki roti di rumah pelanggan karena dekorasinya rusak. Ya itu waktu awal-awal dulu".
Bisnis kue secara online perlu perlakuan khusus. Tentunya, dalam sistem delivery dan pemesanannya juga berbeda. Jika Anda biasanya menggunakan jasa ekspedisi untuk mengantarkan baju, sepatu, atau tas yang dengan mudah bisa ditekuk atau diwadahi kardus, kue tidak bisa diperlakukan dengan sama.
"Mengantar kue jelas tidak sama dengan barang lain. Perlakuannya jelas beda, kue tidak bisa terguncang, ada juga kue yang harus selalu dalam kondisi dingin, jadi harus selalu dengan dry ice selama dalam perjalanan. Meskipun pelanggan saya 90% dari daerah Surabaya sendiri, namun saya butuh lebih dari 2 kurir untuk mengantarkan kue. Sayangnya, mencari kurir kue itu sulit", cerita May.
Hingga kini, May mengaku kesulitan ini masih sulit untuk dipecahkan. "Kalau saya sendiri yang antar tentu akan memakan waktu mbak. Memakan waktu artinya memangkas hasil produksi dalam sehari", kata May.
So, do you have any suggestion?
Baca juga:
Ada cupcake lucu di Dapur Mae, Surabaya
Kecintaan membuat kue bisa membawa omzet 30 juta sebulan!