Ini kintsugi, seni mereparasi barang pecah belah dengan emas
Ini kintsugi, seni mereparasi barang pecah belah dengan emas. Penggunaan bahan dengan warna yang mencolok bertujuan untuk menjadikan kerusakan sebagai bagian dari sejarah benda itu sendiri. Bisa memakai benang emas atau resin yang dicampur emas. Tetapi bisa juga menggunakan emas putih, perak, tembaga, dan perunggu.
Kintsugi adalah jenis kesenian yang cukup unik dari negeri sakura. Bukan membuat kerajinan tangan, cabang seni yang satu ini justru memperbaiki kerajinan tangan yang rusak dengan cara tak biasa.
Biasanya barang pecah belah yang retak direkatkan kembali dengan lem. Semakin samar bekas retakannya semakin baik. Namun kintsugi justru menggunakan emas agar pola retakan semakin kentara. Penggunaan bahan dengan warna yang mencolok bertujuan untuk menjadikan kerusakan sebagai bagian dari sejarah benda itu sendiri.
Dilansir Lakeside Pottery, sejarah kintsugi bisa ditelusuri hingga abad 15. Menurut cerita yang berkembang di masyarakat, seorang shogun memecahkan mangkuk teh favoritnya. Mangkuk itu dikirimkan kembali ke tempat asalnya, China untuk diperbaiki.
Pengrajin yang membuatnya menggunakan logam biasa untuk menambal mangkuk. Namun sang shogun kecewa dengan hasil akhirnya, sehingga di a memerintahkan seorang pengrajin lokal untuk mencari cara memperbaiki mangkuk tanpa mengurangi keindahannya. Dari sanalah kintsugi lahir.
Biasanya kintsugi menggunakan benang emas atau resin yang dicampur dengan emas. Tetapi bisa juga menggunakan emas putih, perak, tembaga, dan perunggu.
Baca juga:
Mempercantik telur Paskah dengan sepatu kuda
Ternyata mural terbesar di sejagat ada di negara ini
Mengunjungi perajin wayang golek yang masih bertahan di Bogor
Kontes melukis Yesus dengan serbuk kayu
Ogah disamakan dengan pengemis, paguyuban angklung demo di DPRD DIY