LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. GAYA

Horornya Pantai Ketam Putih, tulang manusia ditemukan berserakan

Di pantai itu tadinya merupakan lahan pemakaman. Namun air laut menggerusnya dan melenyapkan kuburan.

2015-09-19 14:00:00
Wisata Pantai
Advertisement

Biasanya saat melancong ke pantai, kita akan disuguhi pemandangan laut lepas, lengkap dengan deburan ombak, embusan angin, pasir, dan jejeran pohon kelapa atau bakau. Namun di Pantai Laut Ketam Putih, Kabupaten Bengkalis, Provinsi Riau, para turis bisa menemukan hal lain, tulang manusia.

Mungkin bagi sebagian orang baru bertandang ke sana, pemandangan itu menakutkan. Namun warga setempat sudah terbiasa dengan hal itu.

"Memang banyak yang kami temukan. Jadi temuan tulang ini sudah tidak mengejutkan lagi," kata Kepala Dusun Satu Desa Ketam Putih, Kecamatan Bengkalis, Zul Karnain, di Bengkalis, seperti dilansir dari Antara, Sabtu (19/9).

Selain tulang, kata Zul, warga juga kerap menemukan gigi dan rambut manusia. Tulang-tulang itu lantas dikumpulkan dan dikuburkan di tempat pemakaman umum sebelah darat.

Ternyata, ada cerita di balik penemuan sisa-sisa bagian tubuh manusia itu. Lokasi itu, ujar Zul, dulunya merupakan tempat pemakaman umum. Namun, akibat abrasi air laut, TPU itu sekarang menjadi pantai.

"Hampir 50 meter daratan yang dahulunya tempat pemakaman terkena abrasi. Dahulunya di sini banyak rumah penduduk. Namun, melihat abrasi yang makin melaju, warga di sini pindah ke darat," ujar Zul.

Memang di lokasi relatif banyak kuburan yang hilang di bekas TPU itu. Pada saat air laut surut, terlihat banyak papan keranda yang masih terbenam di pantai itu. Akan tetapi, tidak ditemukan tulang.

Menurut Zul, lahan TPU yang habis terkena abrasi tersebut dulunya merupakan tanah bekas musala. Setelah dibuatkan musala di sebelah daratan, tanah itu dijadikan tempat pemakaman. Zul menyampaikan, daratan dulunya TPU itu hampir 90 persen terbawa air laut akibat abrasi yang melaju di daerah itu.

Zul mengatakan, telah mengajukan permohonan pembuatan turap kepada pemerintah daerah setempat. Namun, hingga kini permohonannya tak kunjung terkabul.

Zul hanya berharap pemerintah setempat cepat tanggap dengan kondisi abrasi di Pantai Desa Ketam Putih. Masalahnya, relatif nelayan bermukim di daerah itu.(mdk/ary)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.