Hal-hal yang pantang dilakukan saat diundang ke pesta pernikahan
Hal-hal yang pantang dilakukan oleh tamu pernikahan, antara lain membawa plus-one saat jumlah tamu undangan sudah ditentukan jauh-jauh hari, mengabaikan dress code, dan datang terlambat. Untuk menghargai mempelai yang sudah mengundang, hindari perilaku seperti ini.
Menerima undangan pernikahan memang memberikan kegembiraan tersendiri. Mulai dari memikirkan pakaian apa yang akan dikenakan, hingga memiliki kesempatan bertemu kerabat atau sahabat yang mungkin sudah lama tidak dijumpai.
Di samping membayangkan kegembiraan yang bisa dirasakan kelak, Anda juga harus bisa menjadi tamu undangan yang baik dengan memastikan si pengantin juga merasakan kegembiraan yang sama. Bagaimana caranya? Dengan menghindari hal- hal di bawah ini di resepsi pernikahan kerabat atau sahabat Anda:
Membawa tamu 'tambahan' padahal jumlah tamu sudah ditentukan
Terutama jika resepsi pernikahan dilakukan untuk kalangan terbatas atau menggunakan metode sitting dinner (makan di meja). Mengajak tamu tambahan hanya akan menyulitkan pemilik hajatan.
Tak hanya merusak tatanan tempat duduk yang sudah diatur, situasi ini juga akan membuat Anda dan tamu lain menjadi tidak nyaman. Wedding organizer akan berusaha keras menyediakan tempat Anda dan tamu tambahan dengan cara memasukkannya ke meja yang ada. Dan ini dapat timbulkan ketidaknyamanan dalam pesta.
Mengenakan pakaian putih
Orang yang boleh mengenakan pakaian putih hanyalah kedua mempelai. Dan mengenakan gaun putih bisa mencuri spotlight darinya, kecuali tertulis dalam undangan bahwa Anda diminta untuk mengenakan warna putih.
Pilihlah gaun dengan warna yang berbeda. Jika bingung, coba ikuti warna tema pernikahan yang sudah ditentukan. Jika tidak suka warnanya, busana dalam warna netral dapat selalu menjadi andalan.
Mengabaikan dress code
Mengikuti dress code memang tugas terberat sebagai tamu pernikahan, tapi bukan menjadi alasan Anda harus mengabaikannya. Berusahalah untuk mewujudkan apa yang menjadi impian kedua mempelai.
Jika bingung, bertanyalah pada si pemilik hajatan. Coba pastikan Anda mengerti apa yang menjadi visi mempelai. Selain menghargai si pengantin, mengikuti dress code juga membuat kita mudah berbaur dengan tamu lain.
Datang terlambat
Meski telat sudah membudaya di Indonesia, coba biasakan untuk tiba di lokasi 15-20 menit sebelum acara dimulai. Mengikuti segala prosesi pernikahan juga berarti Anda menghargai usahakan kedua mempelai sudah keluarkan dalam mempersiapkan pesta pernikahan.
Baca juga:
Hindari 5 kesalahan yang kerap dilakukan pengantin!
Tips memilih gaun pernikahan sesuai siluet tubuh
8 Jenis batu permata dan makna di dalamnya
Ini 5 persiapan unik bagi calon pengantin!
Bikin perjanjian pra-nikah, haruskah?