Escamol, kaviar serangga ala Meksiko yang sarat gizi
Makanan yang sudah ada sejak zaman suku Aztec ini terbuat dari larva semut dan dilirik sebagai sumber pangan alternatif.
Pernah mendengar tentang escamol? Escamol adalah makanan tradisional khas dari Meksiko. Hidangan ini dianggap lezat oleh orang Meksiko. Tetapi bisa jadi Anda akan menganggapnya ekstrem dan menjijikkan. Pasalnya makanan yang disebut-sebut 'kaviar serangga' ini terbuat dari larva semut. Menurut Wikipedia, escamol sesungguhnya adalah larva semut dari genus Liometopum. Larva-larva berwarna putih ini dipanen dari akar Agave Tequilana (tanaman yang menjadi bahan minuman tequila) atau Americana Agave.
Menurut Slow Food Foundation, escamol dikumpulkan dari alam liar oleh para petani yang disebut escamoleros. Setiap tahun, mereka pergi ke bukit untuk mencari sarang semut ini. Biasanya tidak lebih dari 70 persen escamol atau larva yang diambil. Larva ini kemudian dicuci, dibekukan, dan dijual sepanjang tahun di pasar dan restoran. Harga escamol bisa bervariasi, sesuai dengan musimnya.
Photo by www.maisbyte.com.br
Photo by www.estilomexicano.com.mx
Larva ini bisa Anda jumpai dengan mudah di restoran-restoran Meksiko. Menurut Eat Your World, beberapa pecinta kuliner mengklaim kalau rasa escamol seperti perpaduan antara keju cottage dan mentega. Escamol biasanya ditumis dengan mentega dan rempah-rempah. Selain di restoran-restoran, escamol dapat ditemukan di kedai-kedai taco. Biasanya escamol dijadikan campuran omelet atau disajikan begitu saja, dilengkapi dengan guacamole atau tortilla.
Photo by eatyourworld.com
Makanan ini konon merupakan sumber protein yang tinggi dan rendah lemak. Uji laboratorium telah menunjukkan bahwa mereka dapat disimpan beku sampai dua tahun, mentah atau dimasak, tanpa kehilangan rasa dan nilai gizi. Karena itulah kuliner yang satu ini mulai dilirik sebagai sumber pangan alternatif.
(mdk/tsr)