LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. GAYA

Dunia seni pernah melahirkan lukisan-lukisan fantastis berkanvas jaring laba-laba

Dunia seni pernah melahirkan lukisan-lukisan fantastis berkanvas jaring laba-laba. Dibuat sejak abad 16 sampai abad 20 dan pada masa itu pun jumlah lukisan yang beredar tak banyak. Tak salah jika dikatakan cobweb painting merupakan karya seni yang amat langka.

2018-03-01 16:14:25
Karya Seni
Advertisement

Meskipun sekarang tak banyak diketahui, dunia seni sempat mengenal lukisan-lukisan indah berjuluk cobweb painting. Dibuat sejak abad 16 sampai abad 20 dan pada masa itu pun jumlah lukisan yang beredar tak sebanyak lukisan berkanvas biasa. Tak salah jika dikatakan cobweb painting merupakan karya seni yang amat langka.

Dilansir Amusing Planet, cobweb painting merupakan lukisan yang dibuat di atas kanvas berbahan jaring laba-laba. Seni yang membutuhkan kesabaran luar biasa, karena kanvasnya dibuat dari bahan yang begitu tipis dan rapuh.

Cobweb painting yang juga disebut gossamer painting digambar di atas sulaman jaring laba-laba. Kadang juga menggunakan kain dari kepompong ulat. Jaring laba-laba dikumpulkan dari alam, dibersihkan secara seksama, kemudian dirajut menjadi kanvas yang sangat halus.

Advertisement

Susu encer dipercikkan di atasnya untuk menguatkan serat jaring. Walaupun begitu, kanvas dari jaring laba-laba masih sangat rapuh jika dibandingkan dengan kain alas biasa. Sentuhan jari tangan yang ceroboh bisa membuatnya koyak dalam sekejap.

Tak hanya pembuatan kanvas yang membutuhkan keahlian tinggi. Cat pun harus dibubuhkan dengan sangat hati-hati. Biasanya seniman cobweb painting menggunakan cat dengan warna-warna buram untuk memberikan kesan lukisan yang berkabut.

Advertisement
Lukisan Philippine Welser, istri Archduke Ferdinand II © Charles Deering Mccormick Library of Special Collections, Northwestern University Library


Seni pembuatan cobweb painting dipraktikkan oleh para biarawan dari Alpen Tirol pada abad 16. Tidak ada keterangan pasti yang bisa menjelaskan mengapa para biarawan memilih jenis kesenian yang begitu menguras tenaga.

Bisa jadi ini merupakan cara para biksu untuk melatih kesabaran dan kedisiplinan mereka. Apapun alasannya, yang jelas cobweb painting sangat dihargai di dunia kesenian.

Cobweb painting © Charles Deering Mccormick Library of Special Collections, Northwestern University Library


"Semakin rapuh [lukisan-lukisannya], semakin mereka dihargai," tutur Ina Cassier dalam sebuah artikel yang diterbitkan dalam jurnal Natural History edisi 1956.

Karya seni cobweb painting paling awal biasanya menggambarkan sosok para santo. Lukisan-lukisan ini biasanya tergantung di jendela gereja dan biara.

Di abad 17, lukisan dengan kanvas jaring laba-laba diproduksi dalam jumlah besar dan diekspor ke Inggris, Amerika Utara dan Jerman. Tema lukisan sudah lebih beragam, mulai dari adegan kehidupan sehari-hari hingga pemandangan alam.

Cobweb painting © Charles Deering Mccormick Library of Special Collections, Northwestern University Library


Seniman cobweb painting yang terakhir diketahui adalah Anne Bradshaw Clopton yang meninggal pada tahun 1956. Sebagian besar lukisan yang dibuat oleh seniman otodidak itu sudah rusak atau hilang. Sebagian lagi disumbangkan ke Museum Nasional Sejarah Amerika di Washington, D.C., Amerika Serikat.

Secara keseluruhan, jumlah karya cobweb painting yang masih tersisa saat ini mungkin tak lebih dari 100 buah saja. Sangat disayangkan, karena ini adalah jenis kesenian yang patut dilestarikan.

Baca juga:
Desainer Prancis bikin gaun-gaun paling spektakuler, salah satunya dari sampul buku
Lelang koleksi pribadi pejabat negara di Galeri Nasional
Tahukah kamu, penemu antibiotik Alexander Fleming jago melukis dengan bakteri?
Lukisan Barack & Michelle Obama resmi dipajang di galeri nasional
Melihat goresan tangan Puti Guntur di atas kertas dan kanvas

(mdk/tsr)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.