LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. GAYA

Desainer ini ubah katak beracun jadi aksesori mewah

Seorang desainer asal Polandia berhasil mengubah ribuan katak beracun menjadi berbagai aksesori fashion.

2013-11-26 11:53:00
Wanita merdeka
Advertisement

Seorang desainer asal Polandia berhasil mengubah ribuan katak menjadi berbagai aksesori fashion. Untuk menciptakan karyanya, Monika Jarosz menggunakan katak tebu yang sangat beracun, yang tinggal di South Sea Islands, Australia.

Spesies katak ini awalnya dibawa dari Hawaii pada tahun 1935 untuk mengontrol perkembangbiakan kumbang sapi di Australia. Namun, misi ini gagal dan katak ini mulai berkembang biak pada tingkat yang mengkhawatirkan.

Photo: Perleet Papillon

Menurut laporan News.com.au, ada lebih dari 200 juta katak tebu yang kini hidup di South Sea Islands, Australia. Untuk itu, Tentara Australia pun ikut dikerahkan guna menyingkirkan spesies katak beracun ini. Melihat fenomena ini, Monika yang awalnya merasa jijik pada katak, tertarik untuk membuat aksesori berbahan katak.

Dengan bantuan seorang ahli kulit dari Australia, Monika sukses mengembangkan proses konversi katak menjadi berbagai macam aksesori fashion bernilai tinggi. Tiga tahun kemudian, Monika memasarkan produknya dengan merek Kobja. Ia pun meluncurkan berbagai pilihan aksesori cantik, seperti ikat pinggang, tas dan dompet yang keseluruhannya terbuat dari kulit katak.

Advertisement

Photo: Kobja

Menurut situs resmi Kobja, dibutuhkan lebih dari 14 tahapan untuk mendapatkan kulit berkualitas tinggi dari kulit katak. Setelah tahap pengawetan selesai dilakukan di Australia, kulit disamak , dikeringkan dan diwarnai di Prancis. Kulit lantas diangkut ke sebuah konveksi di Paris untuk dipotong, dijahit dan dipasangi kristal atau batu. Aksesori kulit katak pun kemudian dilapisi dengan kulit domba atau kambing untuk memperkuat ketahanan kulit.

Usaha Monika untuk memperkenalkan kulit katak sebagai salah satu bahan membuat berbagai aksesori mewah, berhasil menarik perhatian dunia. Produknya sekarang bisa ditemui di toko-toko fashion mewah di Asia, Eropa dan Amerika Serikat. Dompet buatan Monika dibanderol antara USD 300 sampai USD 350 (atau sekitar Rp 3,5-4,1 juta), sedangkan untuk tas dijual seharga USD 1600 (sekitar Rp 18,7 juta). Tertarik untuk membelinya?

Advertisement

Baca juga:

Boneka macan ini hebohkan warga Korea
Ini vending machine sampanye pertama di dunia!
Wow, Maroko pamerkan kasur terbesar sejagat!
Jijik, pria ini meramal lewat kotoran manusia!
Kaus kaki termahal di dunia dijual Rp 14 juta

(mdk/des)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.