Demi amal, pria ini jalan kaki sejauh 15.000 km
Demi mengumpulkan amal bagi anak-anak yang sakit, pria ini rela berjalan 15.000 kilometer.
Selama lebih dari satu tahun, Scott Loxley, 47, telah mengelilingi seluruh Australia dengan mengenakan kostum Stormtrooper. Dia memulai petualangannya pada 2 November tahun lalu, dengan misi menjangkau jarak 15.000 kilometer dengan berjalan kaki, non-stop, tanpa ditemani siapa pun.
Perjalanan Scott telah membawanya dari Melbourne ke Tasmania, melalui dataran rendah Nullarbor, dan ke pantai barat Bourne, dan kemudian mengarah ke Darwin. Sejauh ini, dia sudah berjalan sejauh 9.000 kilometer. Meski jarak yang ditempuhnya masih jauh - 6.000 kilometer, dia tidak berniat untuk berhenti.
Misi Scott mungkin tampak aneh, tetapi dia benar-benar melakukan hal itu untuk alasan yang sangat mulia. Dia adalah anggota dari 501st Legion, sebuah kelompok relawan yang didedikasikan untuk anak-anak.
Menariknya, kelompok ini melakukan aksi mereka dengan menggunakan kostum Star Wars. Ayah tiga anak ini sedang mencoba untuk mengumpulkan amal sebesar AUD 100.000 (sekitar Rp 1,06 miliar) untuk Monash Children's Hospital di Melbourne, sebelum dibuka pada tahun 2016.
"Sebagai seorang ayah, jika salah satu dari anak saya dirawat di rumah sakit, saya ingin mereka dirawat oleh staf terbaik yang memiliki akses peralatan terbaik," tulis Scott di halaman Facebook-nya. "
Misinya sangat sulit, terutama ketika berjalan melintasi gurun yang panasnya tak tertahankan. Scott juga harus berjuang melawan mentalnya yang sewaktu-waktu bisa drop di tengah jalan. Dia bahkan harus makan makanan aneh di perjalanannya, termasuk ular, kanguru, kadal, dan kelelawar.
Scott mengatakan bahwa salah satu alasannya untuk mengambil tantangan itu adalah karena dia adalah seorang mantan tentara. Menariknya, Scott bukan orang pertama yang melalui perjalanan sangat panjang dengan kostum Stormtrooper. Pada tahun 2012, Jacob Trench berjalan sejauh 5.000 kilometer untuk misi yang sama. Dia berjalan dari Perth ke Sydney dan berhasil mengumpulkan USD 100.000 (sekitar Rp 1,2 miliar) untuk Starlight Children's Foundation in Australia.
Baca juga:
5 Kebiasaan negatif di jejaring sosial yg perlu dibatasi
Para superhero sambangi car free day di Jakarta
Seniman ini tinggalkan 'suvenir' keren di jalan-jalan Eropa
Seniman ini sulap novel-novel klasik jadi ukiran bercerita
Waldo, satu-satunya burung kakatua yang jadi vokalis band cadas