Darah menstruasi sebagai karya seni, unik atau menjijikkan?
Seniman ini jadikan darah menstruasi sebagai karya seni. Keren atau menjijikkan?
Potret dengan konsep fotografi makro merupakan hal yang lumrah dewasa ini. Biasanya objek-objek yang berukuran sangat kecil difoto dengan cara ini.
Namun kalau biasanya para fotografer memilih hewan, tumbuhan, atau bagian tubuh berukuran mikroskopis seperti sel dan tulang sebagai objek fotografi makro, Jen Lewis justru memilih darah sebagai objek. Lebih tepatnya darah menstruasi.
Dilansir The Huffington Post, fotografer ini mencoba untuk mengeksplorasi dan berbagi keindahan estetika dari darah menstruasi yang biasanya selalu dipandang negatif.
Melalui proyek foto yang disebut "Beauty in Blood", dia bermaksud mengajak siapa pun yang melihat foto-fotonya untuk menikmati warna-warna cerah dan momentum gerak darah. Intinya dia ingin orang-orang melihat darah menstruasi sebagai sesuatu yang lebih dari sekadar 'barang' buangan.
Lewis mengaku mendapat inspirasi setelah ia beralih dari tampon dan pembalut ke menstrual cup. "Suatu hari, jari saya ternoda setelah mengosongkan cup, saya mulai bertanya-tanya mengapa masyarakat memandang menstruasi sebagai sesuatu yang menjijikkan."
Dari sana ia memperoleh ide untuk membuat foto-foto bernilai seni dengan objek darah menstruasi.
Berkolaborasi dengan suaminya Rob Lewis yang kebagian tugas memegang kamera, Jen mengabadikan momen pergerakan darahnya sendiri ketika dituangkan ke dalam air. Mereka mencoba berbagai cara untuk menangkap keunikan cairan tersebut.
"Saya suka bereksperimen dengan alat-alat yang berbeda. Misalnya pipet, sumpit, dan botol sampo."
Apa pendapat Anda tentang karya seni Jen? Menjijikkan atau justru unik?
Baca juga:
Supaya boleh wisuda, mahasiswi ini pose bugil di depan dosen
Lukisan Picasso pecahkan rekor dunia lelang, terjual Rp 2,3 triliun
Awas, karya seni ini bisa bikin mata tertipu!
Seniman China ciptakan kota liliput dengan 50.000 uang koin
Kreatif, pria ini tambal jalanan berlubang dengan seni mozaik