Cenote, tempat suku Maya korbankan manusia
Apa itu cenote? Penasaran? Cenote menjadi salah satu tempat paling asyik untuk berenang. Yuk simak ulasannya!
Cenote adalah lubang-lubang yang terbentuk secara alami akibat runtuhnya batuan kapur yang kemudian mengekspos bagian bawah tanah. Fenomena alam ini dapat ditemukan di Semenanjung Yucatan di Meksiko, yang mengandung batuan kapur berpori.
Selama jutaan tahun, curah hujan perlahan mengikis batuan kapur di gua-gua bawah tanah. Lantas, banyak dari mereka yang kemudian terisi air hujan atau air bawah tanah. Ketika atap gua runtuh, cenote baru pun lahir. Ada sekitar 7.000 cenote di Semenanjung Yucatan.
Sebagaimana dilansir amusingplanet, cenote berasal dari bahasa Maya, dzonot atau ts'onot yang berarti suci, dan kata ini memiliki arti besar bagi bangsa Maya. Selama musim kemarau panjang, cenote menjadi satu-satunya sumber mata air bagi bangsa Maya kala itu. Sebagai konsekuensinya, semua desa bangsa Maya dibangun di sekitar cenote, dalam rangka mengamankan pasokan air permanen.
Selain menjadi satu-satu sumber mata air, bangsa Maya menganggap cenote sebagai portal untuk berkomunikasi dengan para dewa. Beberapa penelitian arkeologi telah menemukan bukti adanya upacara keagamaan yang dilakukan di atau sekitar cenote, termasuk upcara pengorbanan manusia.
Kini beberapa cenote telah berubah menjadi semacam kolam renang umum. Salah satu cenote yang digunakan sebagai kolam renang umum saat ini adalah Cenote Zaci yang terletak di Valladolid. Cenote lain juga difungsikan sebagai atraksi wisata seperti Cenote San Ignacio di Chochola.
(mdk/des)