Bukan sebatas tradisi, Bau Nyale Sumba juga simbol rezeki
Sebelum digelar Pasola, masyarakat Sumba Barat biasa mengawalinya dengan tradisi Bau Nyale.
Tampaknya istilah jijik memegang cacing tidak berlaku untuk orang Sumba. Betapa tidak, hampir tiap satu tahun sekali, di Sumba Barat diadakan tradisi menangkap cacing laut. Tradisi ini biasa dikenal sebagai Bau Nyale.
Tradisi Bau Nyale merupakan bagian dari rangkaian upacara adat Pasola. Jika kegiatan perang-perangan berkuda dengan melempar lembing kayu tersebut digelar siang hari, maka pagi harinya biasanya diadakan upacara Bau Nyale.
Nyale sendiri merupakan sebutan khas Sumba untuk cacing laut. Tradisi ini konon sudah diadakan sejak ratusan tahun silam. Selain itu, cacing laut di daerah tersebut memang hanya muncul setahun sekali. Hal ini pula yang mendasari kenapa Bau Nyale tidak digelar setiap bulan.
Warga setempat percaya, jika nyale yang keluar berwarna putih, hitam, hijau, kuning dan cokelat maka musim panen di tahun berikutnya akan berlimpah. Baru setelah membawa banyak nyale, masyarakat Sumba Barat akan melakukan perayaan rasa syukur dari panen yang melimpah dengan Pasola.
Alam dan budaya Sumba memang menarik untuk dinikmati. Namun, jika ingin menikmati kemolekan Sumba dengan cara berbeda cobalah mengikuti Wonderful Extreme Indonesia (WEI). Event ini merupakan bentuk kerjasama merdeka.com dengan Vaseline Men.
Melalui WEI, para pecinta olahraga ekstrem ditantang untuk mengungah video aksi di Instagram dengan hastag #WEI #beranirusak. Video yang sudah diunggah selanjutnya akan ditayangkan ke microsite WEI oleh tim merdeka.com. Adapun tata cara mengikuti WEI lebih lengkap bisa langsung disimak di wei.merdeka.com/join.
Pemenang yang beruntung akan berkesempatan mendapatkan pelatihan gratis longboard di Sumba dan mountain bike di Rinjani, Lombok, bersama atlet nasional. Istimewanya, kesempatan tersebut akan dikemas dalam shooting ekslusif yang nantinya akan ditayangkan di chanel YouTube WEI, berikut liputan beritanya di seluruh media Kapan Lagi Network (KLN).