LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. GAYA

Berkat Sampah Jeruk, Lahan Pembuangan di Kosta Rika Berubah Jadi Hutan Subur

Berkat Sampah Jeruk, Lahan Pembuangan di Kosta Rika Berubah Jadi Hutan Lebat Gara-gara sampah kulit jeruk, lahan pembuangan milik perusahaan jus di Kosta Rika berubah jadi hutan subur. Meskipun awalnya dianggap kontroversial, proyek eksperimen eco-friendly ini terbukti mampu mengembalikan hutan tropis di Kosta Rika.

2019-05-07 14:00:00
Travel
Advertisement

Sebuah cerita tentang proyek ekologi yang berbuah hasil tak terduga datang dari Kosta Rika. Satu perusahaan minuman sepakat untuk membuang limbah produksi mereka dengan cara yang ramah lingkungan. Limbah makanan dibuang di lahan tandus yang sudah disepakati bersama otoritas taman nasional. Belasan tahun kemudian, berhektar-hektar hutan muncul dari lokasi pembuangan tersebut.

Menurut laporan Princeton University, semuanya dimulai pada tahun 1997 ketika dua ahli ekologi dari University of Pennsylvania bekerjasama dengan perusahaan jus jeruk Del Oro. Perusahaan tersebut memiliki tanah yang berbatasan dengan Area Konservasi Guanacaste, sebuah taman nasional yang terletak di sudut barat laut Kosta Rika. Sementara kawasan konservasi ingin memperluas wilayah mereka hingga ke lahan tersebut.

Advertisement

©Princeton University

Akhirnya kesepakatan yang dianggap menguntungkan kedua belah pihak tercapai. Del Oro setuju untuk membuang hanya limbah bulir dan kulit jeruk yang tidak menggunakan pestisida dan insektisida di lahan milik kawasan konservasi yang paling buruk tingkat kesuburannya. Sementara Guanacaste bertugas melakukan pengawasan agar proses pembuangan sampah Del Oro tetap terkendali secara ekologis. Dengan perjanjian itu, kawasan konservasi bisa memperluas lahan dan perusahaan memiliki sistem limbah yang terpantau.

Advertisement

©Princeton University

©Princeton University

Proyek sistem limbah Del Oro-Guanacaste berjalan dengan ketidaksetujuan dari banyak pihak. Sempat terjadi perang tuntutan antara Del Oro dengan perusahaan kompetitor dan para aktivis lingkungan. Akhirnya pengadilan pun memerintahkan agar proyek tersebut dihentikan.

©Princeton University

Sebanyak 12.000 ton limbah kulit jeruk sudah terlanjur memenuhi lahan pembuangan Del Oro. Sekitar 16 tahun kemudian, Timothy Treuer dari Princeton University melakukan observasi ke area tersebut. Rupanya lahan pembuangan Del Oro sudah berubah menjadi hutan lebat.

©Princeton University

Setelah pengamatan singkat di tahun 2013, sejumlah peneliti dari Princeton kembali di tahun 2014. Setelah melakukan pengamatan terperinci, mereka mendapatkan hasil yang lebih pasti. Jumlah spesies tumbuhan yang berada di lahan tersebut telah meningkat hingga tiga kali lipat sejak tahun 1997. Proyek kontroversial tersebut telah terbukti mampu mengembalikan hutan tropis di Kosta Rika dengan cara yang tak terduga.

Baca juga:
Pemprov Jamin Ikan dari Pintu Weir 3 Marunda Layak Dimakan Meski Air Berbusa
Tingkatkan Kepedulian Lingkungan, Pemerintah Luncurkan Gerakan Indonesia Bersih
Situ Pangarengan Depok Dipenuhi Tumpukan Sampah dan Eceng Gondok
Menteri Susi Malu Indonesia Penyumbang Sampah Plastik Terbesar Nomor Dua di Dunia
Indonesia Masuk Lima Negara dengan Angka Kematiannya Tertinggi karena Polusi Udara

(mdk/tsr)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.