Basenji, anjing Kongo yang tak bisa menggonggong
Anjing ini hanya bisa melolong. Jika harus menggonggong, suaranya mirip cegukan.
Ketika pergi ke Kongo, jangan heran saat bertemu dengan satu spesies anjing yang tak bisa menggonggong, namun malah terdengar seperti menyanyi. Anjing tersebut adalah Basenji, salah satu spesies anjing tertua di dunia.
Tak seperti rekan anjingnya yang lain, basenji tak bisa menggonggong. Hal ini dikarenakan bentuk laringnya yang tak biasa. Bentuk laring tersebut membuat basenji tak bisa menggonggong dan hanya bisa mengeluarkan lolongan yang sering dikaitkan orang dengan suara orang menyanyi. Jika harus menggonggong, anjing ini hanya akan mengeluarkan suara mirip cegukan.
Basenji adalah salah satu spesies anjing tertua yang konon digunakan manusia untuk berburu di hutan. Gambar anjing basenji bahkan ditemukan dalam salah satu makam Firaun di Mesir. Bentuk tubuhnya relatif kecil dan hanya memiliki berat sekitar sembilan kilogram, seperti dilansir oleh Nut Knowledge (28/10).
Anjing ini digemari dan menjadi sangat unik justru karena ketidakmampuannya untuk menggonggong, namun hanya bisa menggeram atau melolong. Anjing ini kemungkinan cocok bagi orang yang tak ingin rumahnya berisik dengan suara gonggongan anjing.
Beberapa tahun terakhir ini popularitas basenji semakin menurun. Kemungkinan karena temperamennya yang kurang bisa bekerja sama dengan manusia. Basenji adalah anjing penyendiri dan independen. Seperti kucing, mereka tak begitu merespon jika dilatih oleh manusia.
Meski suara basenji sering disamakan dengan nyanyian. Namun faktanya, lolongannya jauh dari nada musik dan bisa membuat berisik. Namun jika kalian suka dengan jenis anjing yang unik dan tak biasa, basenji adalah anjing yang cocok untuk kalian!