Anak muda Indonesia pamer kreativitas di IDeFest 2014
Kegiatan ini diikuti oleh 400 orang anak muda usia sekolah menengah sampai mahasiswa dari 23 propinsi di Indonesia.
Majelis Nichiren Shoshu Buddha Dharma Indonesia (MNSBDI) mengadakan acara anak muda untuk menyambut tahun baru 2014, yaitu IDeFest (Indonesian Dream Festival) 2014/2015 yang ke-8 kalinya pada tahun ini. Tahun ini IDeFest diselenggarakan pada tanggal 25 Desember 2014–1 Januari 2015 di Jalan Padang-Manggarai dan Kompleks Kuil Myogan–Ji Megamendung-Bogor.
Kegiatan ini diikuti oleh 400 orang anak muda usia sekolah menengah sampai mahasiswa dari 23 propinsi di seluruh daerah di Indonesia. Mereka belajar dan berkompetisi membawa nama daerah masing-masing untuk memperebutkan piala IdeFest.
IDeFest (Indonesian Dream Festival) adalah festival kreativitas anak muda se- Indonesia. Idefest merupakan ajang kompetisi sejumlah mata lomba yang mengusung kreativitas anak-anak muda, seperti lomba Band, Tari, Humorous Speech, Comedy team, Show Choir, Solo Vokal Extravaganza, Foto dan Film Pendek. Adapun sejumlah tokoh yang terkenal di dunia ekonomi kreative ikut terlibat sebagai juri, seperti Nia Dinata dan Nicolas saputra (Film) Anton dan Bayu jamaica cafe (Vokal, Show Choir) Sujiwo Tejo, Mo Sidik (Humorous Speech, Comedy Team) Oni Krisnerwinto, Budi Drive (band) dan masih banyak lainnya.
Pada Idefest 2014, panitia memberi tema pada sejumlah lomba terkait pada kepekaan terhadap situasi sosial dan politik. Wirya kartasasmitha, selaku ketua pelaksana menjelaskan tujuan dari pemilihan tersebut adalah mengejak peserta maupun penikmat karya untuk memeiliki kepekaan dan rasa ingin tahu yang lebih jauh mengenai situasi sosial mapun politik yang terjadi. "Dengan demikian anak muda tidak asik dengan dunia sendiri, tapi juga memiliki kepekaan, kepedulian bahkan berkarya langsung terkait dengan situasi sosial dan politik yang terjadi." katanya.
Ajang ini sangat bermanfaat dan dirasakan berdampak baik bagi peserta maupun masyarakat yang datang untuk menyaksikan karya-karya Idefest. Seperti dikatakan Trisna Indra Pratama asal Aceh "Saya merasa tertantang dengan setiap kali penyelenggaraan Idefest, saya seprti diajak menggali potensi dan kepekaan terhadap sekeliling." katanya.
(mdk/des)