7 Fakta menarik mengenai J. K. Rowling, sang penulis trilyuner
Penulis yang satu ini sudah mencatatkan namanya sebagai penulis trilyuner pertama di dunia? Simak kisahnya berikut ini.
Siapa yang tidak mengenal sosok J. K. Rowling, sang pembuat novel mega-fenomenal, Harry Potter? Wanita yang dulunya sempat bangkrut dan hidup begitu miskin ini kini menjadi trilyuner yang tetap produktif menulis. Selepas masa kejayaan Harry Potter, dia berhasil menelurkan kembali dua buku best-seller dunia yaitu The Casual Vacancy dan The Cuckoo's Calling. Mau tahu fakta lain yang menarik dari penulis keren ini? Simak ulasannya berikut ini, yang dilansir dari All Women Stalk. Selepas bercerai dari suaminya terdahulu, J. K. mengalami masa-masa depresi dengan keadaan ekonomi dan mental yang sangat buruk. Saat itu, dia sempat ingin menghabis nyawanya sendiri dan meninggalkan anaknya seorang diri. Namun, akhirnya dia bangkit dari keterpurukan dan menjadi salah satu wanita yang paling sukses di dunia. Dulu, J. K. Rowling sempat ditolak banyak penerbit dan mendapatkan cacian, "Kamu tidak akan pernah bisa menghasilkan uang dari menjual cerita anak-anak." Namun, yang terjadi kemudian justru sebaliknya. Uang mengalir sangat deras ke kantong wanita ini lewat cerita khayalan dunia sihir, yang konon disebut cerita anak-anak. Tak hanya itu saja, Rowling juga mampu membuktikan bahwa pembacanya tidak hanya anak-anak saja, namun juga orang dewasa. Ketika diwawancarai oleh Oprah dalam sebuah kesempatan eksklusif, Rowling mengatakan bahwa petir tidak akan menyambar di tempat yang sama untuk kedua kalinya. Dia meyakini bahwa "Harry Potter" ini adalah puncak karirnya. Walaupun dia nantinya juga menelurkan karya lain yang juga hebat, tidak akan ada yang bisa menandingi kejayaan "Harry Potter". Ketika pertama kali akan menerbitkan "Harry Potter", Rowling sempat diminta penulisnya untuk mencari nama lain yang lebih terdengar netral dan mudah diingat pembaca. Untuk itu dia memilih nama tengah 'K' yang dia ambil dari nama neneknya, Kathleen. Dan ternyata, nama itu akhirnya membawa keberuntungan yang besar baginya. Dongeng "The Tale of Three Brothers" bisa Anda temukan di buku "Harry Potter" seri ke tujuh. Inspirasi dari dongeng ini adalah kisah “The Pardoner’s Tale”, karangan Geoffrey Chaucer yang terdapat dalam "The Cantebury Tales". Chaucer adalah salah satu penulis favorit Rowling dan dia merepresentasikan kekagumannya ini dengan memasukkan karakter 'Death' ke dalam cerita dongeng tersebut. King’s Cross Station, stasiun tempat Harry Potter memasuki dunia sihir, adalah stasiun yang penuh kenangan bagi J. K. Rowling. Sejak masih kecil, Rowling sering menghabiskan banyak waktu di stasiun ini, dan itulah yang membuatnya menjadikan stasiun ini sebagai benang merah cerita mahakaryanya.? Sudah lama J. K. Rowling diminta para penggemar untuk mewujudkan kisah "Harry Potter" ke dalam pentas teater yang memukau. Namun setelah bertahun-tahun Rowling menghadapi desakan para penggemarnya, akhirnya dia menyetujui rencana besar ini, dengan alasan bahwa dia sudah menemukan skenario yang pas. Padahal sebelumnya, dia menolak seorang Michael Jackson yang juga 'melamarnya' untuk proyek ini. Kunci dari kesuksesan menjadi seorang penulis adalah kerja keras dan kerja keras.Sempat mencoba bunuh diri
Sempat pesimis dengan 'cerita anak-anak'
'Harry Potter' adalah mahakarya
Nama J. K. terinspirasi dari neneknya
Fakta tentang "The Tale of Three Brothers"
King's Cross Station adalah stasiun kenangan
Panggung drama untuk "Harry Potter"