5 Penyebab pasangan bertengkar setelah punya anak
Kelahiran bayi juga bisa menjadi pemicu pertengkaran lho. Pasangan yang baru memiliki momongan harus mewaspadai ini!
Bahagia, senang, bersyukur, itulah perasaan yang diharapkan orang tua setelah mereka memiliki anak, dan kenyataannya memang ini yang terjadi. Namun pasangan terkadang tak waspada terhadap sisi lain kelahiran anak yang bisa membuat masalah pada hubungan mereka. Beberapa hal ini bisa menimbulkan masalah bagi pasangan yang baru memiliki momongan, seperti dilansir oleh The Stir (20/12).
1. Kurang tidur
Ibu bukan satu-satunya yang tak bisa tidur ketika bayi menangis. Terkadang ayah juga harus terbangun di malam hari untuk mengganti popok atau membuat susu kaleng. Sementara kurang tidur bisa membuat seseorang cepat emosi dan berujung pada memicu pertengkaran dengan pasangan.
Solusi: Tak ada yang lebih baik selain menyesuaikan jam tidur dengan jam tubuh bayi. Ibu sebaiknya tidur ketika bayi tidur, dan bangun ketika mereka bangun. Dengan begitu setidaknya Ibu dan ayah bisa mendapatkan waktu tidur yang cukup.
2. Kurangnya dukungan
Jangan remehkan dukungan yang diberikan oleh teman, keluarga, atau tetangga dekat Anda. Tanpa dukungan orang-orang tersebut, pasangan harus mengemban tanggung jawab sendiri, dan ini sangat melelahkan baik secara fisik maupun mental.
Solusi: Terima jika orang tua atau teman dan keluarga menawarkan bantuan. Jika tidak, Anda bisa meminta bantuan pada orang tua atau keluarga. Beberapa orang tentu tak akan menolak permintaan Anda.
3. Perbedaan pendapat
Ibu ingin menggunakan popok kain karena tak membuat iritasi pada kulit bayi, sementara Ayah lebih memilih popok instant yang praktis dan tidak merepotkan. Meski terlihat kecil, namun isu semacam ini juga bisa menyulut pertengkaran antar pasangan. Jika tak segera diselesaikan, bisa-bisa pertengkaran ini meluas hingga isu yang lebih besar.
Solusi: Diskusikan dengan pasangan setiap keputusan yang diambil, bahkan jika itu terlihat kecil. Lebih baik menghabiskan sedikit waktu di awal untuk berdiskusi daripada banyak waktu di akhir untuk bertengkar, bukan?
4. Pasangan tak saling membantu
Terkadang istri merasa suami tak banyak membantu, atau sebaliknya. Tentu kebanyakan pekerjaan pada bayi seperti menyusui, memandikan, dan lainnya kebanyakan dilakukan oleh wanita. Namun ini bisa memicu pertengkaran ketika istri yang lelah melihat suaminya tak membantu apapun.
Solusi: Suami mungkin tak bisa melakukan hal-hal ribet seperti menenangkan bayi yang menangis. Namun coba tawarkan hal-hal yang sederhana seperti menyiapkan peralatan mandi, mengganti popok, atau menjaga bayi ketika istri melakukan kegiatan lain.
5. Masalah hormon dan depresi pasca melahirkan
Wanita mengalami perubahan hormon dan bisa juga mengalami depresi pasca melahirkan setelah memiliki anak. Jika tak disadari oleh pasangan hal ini bisa diam-diam merusak hubungan dengan pertengkaran-pertengkaran yang terjadi.
Solusi: Jika merasakan emosi dan gejala psikis yang tak wajar, istri bisa berkonsultasi dengan dokter. Mengetahui apa yang sebenarnya menyebabkan emosi labil bisa membantu mengontrol dan mengatasinya.
Itulah beberapa hal yang bisa memicu pertengkaran pada pasangan yang baru saja memiliki momongan. Waspadai hal di atas agar hubungan Anda dan pasangan tetap berbahagia bersama anak.
(mdk/kun)