5 Alasan Kawanan Kucing Rumahan Susah Akur, Jangan Dianggap Sepele
Apa sih yang bikin kawanan kucing di rumah susah akur dan agresif? Mungkin 5 alasan ini bisa jadi salah satu penyebabnya.
Para pecinta kucing pasti sepakat, susah rasanya menahan diri dari godaan imutnya hewan berbulu yang satu ini. Nggak heran jika banyak yang akhirnya mengadopsi kucing lebih dari satu di rumah. Punya banyak anabul menggemaskan di rumah memang menyenangkan. Tapi, nggak sadar saat melihat hewan peliharaan saling bergulat di lantai, sang pemilik jadi cemas sendiri. Apa sih yang bikin kawanan kucing di rumah susah akur dan agresif? Mungkin 5 alasan ini bisa jadi salah satu penyebabnya.
Bersaing untuk Posisi Alfa
©Shutterstock
Tak perlu khawatir jika perkelahian sering terjadi saat kucing masih dalam fase mengenal satu sama lain. Biasanya ini terjadi selama beberapa bulan pertama setelah ada hewan peliharaan baru. Bisa bertengkar setiap hari, kucing-kucing itu sedang bersaing untuk mendapatkan posisi alfa. Perlahan-lahan akan berkurang, kawanan anabulmu bisa lebih rukun.
Memperebutkan Wilayah
©Shutterstock
Perebutan area kekuasaan bisa terjadi pada area tempat kucing-kucing tidur siang, kotak pasir, hingga wadah makan. Jika hal ini terjadi, ada beberapa hal yang bisa dilakukan. Misalnya memberi makan di area yang terpisah, memastikan memiliki cukup litter box di dalam rumah, dan berikan tempat istirahat untuk setiap kucing.
Pulang dari Dokter Hewan
©Shutterstock
Percaya atau tidak, kucing di rumah akan memiliki reaksi berbeda pada hewan peliharaan yang baru kembali dari dokter hewan. Mengandalkan indra penciumannya, kucing akan sulit mengenali kawanannya yang dirawat orang asing atau mendapatkan obat berbau tajam.
Akibatnya, anabul di rumah akan menganggapnya sebagai orang asing dengan mendesis, menggeram, bahkan bergulat. Untungnya, hal ini biasanya hilang dengan sendirinya dalam 1-2 hari dan akan kembali ke rutinitas normal.
Stres
©Shutterstock
Setiap kali terjadi perubahan, kucing bisa mengalami stres dan cenderung berkelahi dengan hewan peliharaan lain di rumah. Bisa dipicu oleh pindah rumah, traveling, atau adanya penghuni baru di rumah, stres ini sayangnya sulit dicegah.
Solusinya, jaga rutinitas sebaik mungkin misalnya memberi makan di jam yang sama, memiliki akses ke selimut atau mainan favoritnya, serta luangkan waktu lebih banyak bersamanya untuk meredakan kecemasannya.
Penyakit
Secara alami, kucing sering menyembunyikan penyakitnya untuk bertahan hidup. Jika salah satu kucingmu sakit, biasanya akan menjadi lebih agresif dan mulai berkelahi dengan anabul lain sebagai caranya untuk terlihat tangguh. Apalagi jika kucing alfa yang sakit, maka yang lainnya mungkin akan bersaing untuk mengambil alih posisinya.
Permainan kucing yang terlihat intens seringkali dianggap sedang bertengkar, padahal itu hanya mengikuti insting alaminya. Tapi pastikan untuk memberikan pengawasan dan jika perlu alihkan perhatiannya dengan mengajaknya bermain. Hadiahkan Muezza sebagai treat saat kucing-kucingmu bisa bermain dengan rukun.
©Merdeka
Cat food berkualitas ini dibuat dari bahan alami yang diolah dengan teknologi modern, tanpa bahan sintetik. Melibatkan ahli gizi, kandungan nutrisi di dalamnya memiliki kadar yang seimbang dan tepat untuk menjaga kucing tetap sehat.
Selain itu, Muezza juga sudah mengantongi sertifikasi halal dari The Central Islamic Committee of Thailand yang bikin lebih leluasa saat merawat anabul kesayanganmu. Ada 4 varian lezat, segera beli Muezza di marketplace favoritmu seperti Shopee dan Tokopedia. (*/eth)
(mdk/wri)