4 Wanita Muda Inspiratif di Balik Brand-Brand Kosmetik Lokal
4 Wanita muda inspiratif di balik brand-brand kosmetik lokal, dari Lizzie Parra sampai Dewi Kauw.
Indonesia boleh bangga, karena memiliki generasi muda yang berprestasi. Belakangan ini semakin banyak sosok muda yang berprestasi di berbagai bidang.
Tak cuma musik dan olahraga, dunia kecantikan tanah air juga punya sejumlah entrepreneur muda yang mampu membesarkan brand kosmetik lokal dengan kualitas internasional. Yuk, kenali mereka lebih dekat.
Lizzie Parra - BLP Beauty
Lizzie Parra. Instagram/bylizzieparra
Formula dan warna-warna cantik yang dikeluarkan oleh BLP Beauty bikin banyak beauty enthusiast kepincut. Sejak didirikan 3 tahun yang lalu, brand ini telah menjadi pilihan para beauty blogger dan influencer.
BLP atau singkatan dari By Lizzie Parra merupakan gagasan dari Elizabeth Christina. Perempuan yang lebih dikenal dengan nama Lizzie Parra itu awalnya adalah seorang makeup artist (MUA).
Setelah 6 tahun menggeluti profesi tersebut, Lizzie mulai berani merilis produk kecantikan dengan namanya. Kalau dulu cuma lipstik, sekarang produk BLP Beauty semakin beragam.
Dinar Amanda - Rollover Reaction
Dinar Amanda. Instagram/dinar.amanda
Familiar dengan nama Rollover Reaction? Dinar Amanda adalah salah satu sosok di balik berdirinya brand lokal yang kerap menghadirkan produk berkualitas tersebut. Brand kecantikan yang satu ini sudah punya banyak penggemar di seluruh Indonesia.
Selain sebagai co-founder, Dinar juga menjabat sebagai marketing & creative director. Saat rehat dari kesibukannya membangun Rollover Reaction, Dinar memilih traveling untuk melepaskan stres.
Priscilla Pangemanan - SASC
Priscilla Pangemanan. Instagram/priscillapangemanan
Mungkin Anda sudah mengenal Socially Aware Sexy Cosmetics (SASC) sebagai salah satu brand lokal yang menggandeng banyak influencer di dalam perjalanannya. Nah, Priscilla Pangemanan adalah sosok penting di balik proyek-proyek kolaborasi tersebut.
Co-founder SASC ini berkomitmen menjalankan bisnisnya dengan konsep sociopreneur, yakni perpaduan antara bisnis dan kegiatan sosial. Jadi sebagian keuntungan SASC kerap disalurkan pada yayasan yang membutuhkan. Kini SASC menjadi pendukung 9 yayasan dengan fokus beragam. Menginspirasi sekali, ya!
Dewi Kauw - Skin Dewi
Dewi Kauw. Instagram/dewikauw
Berawal dari pencarian solusi untuk kondisi kulit anaknya yang mengidap eksim (atopic dermatitis), Dewi Kauw jadi belajar serba-serbi skin care organik hingga ke Jerman dan Prancis. Hal ini juga yang mendorong Dewi untuk membantu orang lain dengan masalah serupa. Berawal dari gagasan tersebut, lahirlah Skin Dewi.
Kini, Skin Dewi adalah salah satu produk skin care organik terdepan di Indonesia dengan produk yang bisa disesuaikan dengan kondisi kulit tiap orang. Tak hanya mengembangkan bisnisnya, Dewi juga kerap mengadakan workshop sebagai bentuk komitmennya untuk mengedukasi masyarakat Indonesia tentang skin care organik.
Sumber: Fimela.com/Beauty Journal
(mdk/tsr)