10 Makanan Enak yang Tabu Dihidangkan Saat Imlek
10 Makanan enak yang tabu dihidangkan saat Imlek, antara lain bubur untuk sarapan, sayap unggas, tahu putih, kepiting, pare, dan roti berongga.
Imlek atau Tahun Baru China merupakan perayaan yang sangat penting bagi masyarakat keturunan Tionghoa. Banyak tradisi yang terkait dengan perayaan setahun sekali ini. Misalnya saja anjuran untuk tidak memakai pakaian dengan warna tertentu atau keharusan untuk menyantap makanan simbolis demi keberuntungan di tahun yang baru.
Kue keranjang, mi, dan jeruk mandarin termasuk makanan yang harus ada saat perayaan Imlek. Lalu makanan apa saja yang justru sebaiknya tidak disantap saat hari raya ini?
Ternyata ada beberapa jenis makanan yang dipercaya bisa membawa kesialan atau justru kematian karena makna filosofis yang dikandungnya. Simak penjelasan selengkapnya.
1. Bubur dan Daging untuk sarapan
Sebenarnya, bubur termasuk hidangan Tionghoa yang populer. Namun, makanan ini bakal absen dari meja makan saat Imlek.
Dilansir China Highlights, bubur sebaiknya tidak dikonsumsi saat sarapan. Pasalnya, sarapan bubur dianggap sebagai kebiasaan warga yang kurang mampu. Memulai tahun yang baru dengan meniru kebiasaan orang tak mampu dianggap bisa mendatangkan nasib buruk. Ja
Sementara itu, daging tidak dianjurkan untuk disantap saat sarapan demi menghormati para dewa. Soalnya, para dewa ini diyakini berpantang makan daging.
2. Ikan yang Dipotong
Ikan merupakan lambang kemakmuran dan rezeki. Dalam bahasa Mandarin, penyebutan ikan memiliki bunyi yang hampir sama dengan surplus. Menurut tradisi China, memiliki kelebihan uang atau barang kebutuhan sehari-hari di akhir tahun merupakan hal yang baik. Berarti rezeki yang didapat tahun itu berlebih dan kemungkinan mereka bisa mendapatkan lebih banyak di tahun mendatang.
Tapi ikan yang disajikan harus utuh. dealnya, orang yang lebih tua harus menyantap ikan terlebih dahulu, baru diikuti oleh yang lebih muda. Ini merupakan bentuk penghormatan di meja makan.
Tubuh ikan tidak boleh dipotong dan dipindahkan dari piring saji. Hanya boleh diambil dagingnya dan jangan sampai ada tulang yang patah. Dua orang yang posisi duduknya menghadap kepala dan ekor ikan harus minum bersama-sama sebagai tanda keberuntungan.
3. Sayap Unggas
Menyajikan unggas yang tidak utuh juga pantang dilakukan. Dilansir Delish, menyajikan sayap ayam atau bebek saja tanpa menyertakan bagian tubuhnya yang lain termasuk tabu.
Sayap unggas diyakini sebagai perlambang energi yang bisa membawa keberuntungan pergi. Sayap bisa membuat hoki terbang menjauh.
Jadi jangan sekali-sekali menyajikan atau menyantap sayap ayam goreng kesukaanmu saat Imlek. Nanti rezeki di tahun yang baru terbang jauh.
4. Tahu Putih
Makanan yang kaya protein nabati ini sebenarnya termasuk produk kuliner yang sangat sering dipakai dalam khazanah kuliner Tionghoa. Namun di saat Imlek tahu harus dihindari karena warnanya.
Dalam tradisi China, putih adalah warna yang melambangkan ketidakberuntungan. Pasalnya, warna ini dikaitkan dengan kematian.
Karena itulah makanan-makanan yang berwarna putih seperti tahu, putih telur, dan keju putih wajib disingkirkan dari meja makan.
5. Pare
Pare dan makanan lain yang memiliki citarasa pahit juga sebaiknya tidak disantap saat perayaan Imlek.
Makanan yang terasa pahit di lidah dianggap sebagai simbol kehidupan. Konon memakannya bisa mendatangkan nasib sial berupa tahun yang penuh cobaan dan kesengsaraan.
Sebagai tambahan, makanan dengan rasa asam juga sebaiknya dihindari. Pasalnya, nanti hidup jadi asam juga.
6. Roti Berongga
Jenis roti yang disajikan saat Imlek biasanya memiliki tekstur padat. Misalnya kue keranjang dan kue mangkok.
Sebagian warga Tionghoa masih memegang kepercayaan kalau roti yang berongga bisa membuat siapa pun yang menyantapnya dekat dengan kematian. Jadi jangan heran kalau roti ala barat tidak pernah muncul dalam jamuan Imlek.
Tak jarang makanan manis yang disajikan saat Imlek memiliki rasa yang sangat manis. Kuenya lengket saat digigit supaya anggota keluarga dan rejeki senantiasa lengket sepanjang tahun.
7. Ayam tanpa Kepala dan Ceker
Sebelumnya disebutkan kalau sayap ayam dan unggas lainnya tak boleh dimakan saat Imlek. Nah, ternyata ayamnya sendiri boleh dihidangkan.
Ada daerah di China yang tradisinya melarang konsumsi ayam di hari raya Imlek. Ada pula daerah yang memperbolehkan ayam untuk disajikan pada saat jamuan.
Ayam harus disajikan utuh bersama kepala, ekor, dan cekernya. Ayam yang tersaji utuh ini menandakan kebersamaan dan kelahiran kembali. Layaknya burung api yang tak penah mati dan selalu terlahir kembali.
8. Cumi-cumi
Pada zaman dulu, cumi yang dimasak berfungsi sebagai 'surat pemecatan' bagi pekerja. Pemilik usaha biasanya memberikan cumi sebagai pemberitahuan tak langsung kepada pekerjanya agar tidak datang lagi keesokan harinya.
Tradisi ini berawal dari bentuk cumi yang tergulung mirip dengan selimut milik para pekerja. Mereka biasa menggulungnya dengan rapi saat berkemas.
Karena tradisi unik inilah cumi-cumi tak pernah disajikan saat perayaan Imlek.
9. Lobster
Bukan hanya cumi-cumi yang dilarang muncul di atas meja makan saat Imlek. Satu lagi makanan laut yang tidak boleh dihidangkan adalah lobster.
Tidak seperti ikan yang berenang maju, lobster justru berjalan mundur. Bisa disebut perlambang jelek, nih.
Meskipun termasuk makanan mewah, lobster justru kurang populer saat Imlek. Makanan ini dianggap sebagai tanda kemunduran dalam bisnis atau kehidupan orang yang menyantapnya.
10. Kepiting
Kalau lobster tidak boleh disantap karena berjalan mundur, kepiting tidak disarankan untuk dimakan saat Imlek karena jalannya miring. Idealnya memang makanan laut yang berjalan atau berenang maju agar kehidupan yang dijalani juga ikut maju.
Demikian deretan makanan enak yang justru terlarang untuk disantap saat perayaan Imlek. Tentunya tidak semua orang Tionghoa menjalankan tradisi ini, karena tiap daerah bisa jadi memiliki kebiasaan yang berbeda.
Mau hidangkan makanan apa untuk Imlek besok? Yuk, cari produk kuliner yang Anda inginkan di Manis dan Sedap.
(mdk/tsr)