Xi Jinping Sebut China Tidak Berambisi Menguasai Dunia
Presiden China Xi Jinping kemarin mengatakan negaranya tidak mau didikte pihak mana pun di tengah perang dagang dengan Amerika Serikat.
Presiden China Xi Jinping kemarin mengatakan negaranya tidak mau didikte pihak mana pun di tengah perang dagang dengan Amerika Serikat.
"Tak seorang pun dalam posisi untuk mendikte orang China untuk menyuruh apa yang harus atau tidak dilakukan," kata Xi dalam pidato memperingati 40 tahun reformasi ekonomi di Aula Agung Rakyat di Beijing, seperti dilansir laman the Telegraph, Selasa (18/12).
Xi menuturkan China dengan jumlah penduduk 1,4 miliar dan dengan ekonomi senilai USD 13 triliun harus menentukan nasibnya sendiri. Tak hanya itu dia juga mengomentari soal kekhawatiran akan tumbuhnya kekuatan China.
"Perkembangan China tidak akan mengancam negara mana pun. Sejauh apa pun China berkembang, kita tidak mencari hegemoni," kata dia.
Dalam pidato 1,5 jam itu pernyataan Xi tampaknya untuk menanggapi sejumlah kritik terhadap ambisi China, terutama dari AS. Washington meminta China membuka pasar bebas dan adil dalam persaingan di dunia global, termasuk soal mata-mata korporasi.
Sejumlah negara lain juga memperingatkan China soal Kebijakan Sabuk dan Jalan, rencana investasi infrastruktur di sejumlah negara untuk meningkatkan hubungan dengan Negeri Tirai Bambu. Kebijakan itu dipandang sebagai diplomasi utang.
Namun Xi menuturkan dunia butuh China untuk mencapai kesejahteraan global. China sebagai negara dengan ekonomi kedua terbesar di dunia, kata dia, tidak akan tunduk terhadap kepentingan negara lain.
Baca juga:
Kamp Uighur di China Pasok Pakaian Olahraga ke AS
Begini Kondisi Pusat Kejuruan Muslim Uighur yang Mirip Kamp Perang
Kisah Putri Uighur Pilih Mati daripada Ditiduri Kaisar China
Amnesty International: Tempat Penahanan Muslim Uighur di China Mirip Kamp Konsentrasi
China Mau Relokasi Industri Baja ke RI, Menko Luhut Syaratkan Pembatasan Produksi
Warga Muslim Uighur Didiskriminasi Pemerintah China Demi Perangi Radikalisme