WHO: Setiap tahun bahan makanan basi membunuh 420 ribu jiwa
Seperempat dari jumlah korban daging, susu, atau telur kedaluwarsa itu adalah balita
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) melaporkan data mencengangkan terkait bahaya mengonsumsi makanan kedaluwarsa. Berdasarkan hitung-hitungan WHO, korban makanan tak laik ini mencapai 420 ribu orang per tahun.
Seperempat korban adalah anak balita, yang mengonsumsi terlalu banyak bahan makanan tak laik, lantaran sudah lewat tenggatnya. Mereka meninggal karena bermacam penyakit yang timbul akibat mengonsumsi panganan tak laik, misalnya tifus, hepatitis A, serangan cacing, ataupun keracunan aflatoxin.
Stasiun televisi Al Arabiya melaporkan, Sabtu (5/12), WHO memperkirakan ada 600 juta penduduk dunia yang terpaksa ataupun tidak sadar mengonsumsi bahan makanan kedaluarsa setiap hari.
Risiko paling besar dipikul anggota keluarga itu yang berusia di bawah lima tahun, karena mereka rentan terkena penyakit.
Jenis makanan kedaluwarsa paling banyak mempengaruhi kesehatan ini adalah susu, olahan susu, daging mentah, serta telur.
Kasus konsumsi makanan tidak sehat karena sudah lewat masa kedaluwarsa paling banyak dialami di Afrika dan Asia Tenggara. "Terdapat risiko infeksi 31 jenis bakteri, virus, parasit, racun, hingga bahan kimia dari bahan makanan kedaluwarsa," tulis laporan WHO.
Baca juga:
2 cara ini bisa buat selaput dara kembali 'ting-ting'
Robeknya selaput dara tak selalu jadi tanda hilangnya keperawanan
Deteksi kesehatan kaki kamu dengan 5 cara mudah ini!
Tak disangka, kirim SMS bisa menyakiti tulang belakang kamu!
Salahkan hormon kamu untuk 5 gangguan kesehatan ini!