LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. DUNIA

WHO Ragukan Klaim Turkmenistan Nol Kasus Covid-19

Turkmenistan adalah salah satu dari beberapa negara, termasuk Korea Utara, yang mengklaim tidak memiliki kasus Covid-19.

2021-11-09 14:24:22
WHO
Advertisement

Pejabat senior Badan Kesehatan Dunia (WHO) Dr Catherine Smallwood meragukan klaim Turkmenistan yang mengatakan tidak memiliki kasus Covid-19. Smallwood mengatakan kepada BBC, tidak mungkin virus corona tidak beredar di negara itu.

"(Covid-19) telah menyebar ke seluruh dunia sebagai pandemi selama hampir dua tahun sekarang," kata Dr. Catherine Smallwood, seperti dilansir BBC, Selasa (9/11). "Dari sudut pandang ilmiah, kecil kemungkinan virus itu tidak beredar di Turkmenistan."

Turkmenistan adalah salah satu dari beberapa negara, termasuk Korea Utara, yang mengklaim tidak memiliki kasus Covid-19. Komentar Dr. Smallwood mewakili tantangan publik pertama oleh WHO terhadap klaim Turkmenistan, karena semakin banyak kasus Covid dilaporkan di negara itu secara informal.

Advertisement

WHO mengandalkan data yang disediakan oleh pemerintah setiap negara untuk menginformasikan statistik virus corona globalnya. Hingga baru-baru ini klaim Turkmenistan itu menuai kritik dari pengamat dan media independen.

Ditanya apakah WHO sekarang menyebut Turkmenistan memberikan data palsu, Dr. Smallwood mengatakan badan kesehatan dunia itu tidak dapat "mempertanyakan apakah suatu negara mematuhi Peraturan Kesehatan Internasional" - merujuk pada pada kerangka hukum yang mendefinisikan hak-hak negara dan kewajiban dalam krisis kesehatan masyarakat global.

Dr. Smallwood menyatakan lebih penting untuk "membangun dialog" dengan pemerintahan seperti Presiden Gurbanguly Berdymukhamedov, daripada "membuat pernyataan yang mungkin sebenarnya tidak mengarah pada jenis tindakan yang ingin kita lihat".

Advertisement

Pengamat mengatakan statistik resmi Turkmenistan tentang virus corona tidak dapat diandalkan. Salah satu alasannya adalah "sifat pemerintah yang sangat represif dan otokratis," kata Rachel Denber, wakil direktur divisi Eropa dan Asia Tengah di Human Rights Watch.

Pemerintah Turkmenistan "memiliki sejarah panjang dalam menyembunyikan data dan sejarah panjang menghukum orang yang mengungkap kebenaran", kata dia.

Sebuah tim WHO mengunjungi Turkmenistan pada Juli 2020 - satu-satunya misi Covid-19 yang diizinkan pemerintah selama ini. Ada beberapa tanda menggembirakan di negara itu, kata Dr. Smallwood - pemakaian masker dan persyaratan jarak sosial diberlakukan. Dan awal tahun ini negara itu menjadi yang pertama mewajibkan vaksinasi untuk semua orang dewasa.

Dr. Smallwood mengatakan kepada BBC, delegasi ke Turkmenistan "memberikan tindakan yang sangat nyata yang dapat dilakukan negara itu, seperti penggunaan masker yang lebih luas", dan dia mengatakan WHO harus memperhitungkan di setiap negara ada "perbedaan konteks, realitas politik yang berbeda dan kapasitas teknis yang berbeda untuk merespon".

"Kami memiliki dialog terbuka yang terus kami bangun dengan negara-negara anggota kami dan kami akan terus melakukannya dalam keadaan apa pun."

Reporter Magang: Ramel Maulynda Rachma

Baca juga:
Jepang Pertama Kali Catat Nol Kematian Kasus Covid-19 Sejak 15 Bulan
Netizen Vietnam Marah karena Video Menteri Makan Steak Berdaun Emas
10 Orang Tewas dalam Kebakaran Bangsal Pasien Covid-19 di India
Tangani Dampak Covid-19, Selandia Baru Akan Beri Keluarga Rp203.000 Setiap Pekan
Austria Larang Warga yang Belum Divaksin Penuh Kunjungi Restoran, Salon
Pfizer Klaim Obat Covid-19 Buatannya 89 Persen Mampu Pangkas Risiko Rawat Inap

(mdk/pan)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.