WHO: Banyak Bukti Omicron Sebabkan Gejala Ringan Tapi Masih Ada Ancaman
Penularan Omicron yang tinggi menandakan varian tersebut bisa menjadi dominan dalam beberapa pekan di banyak tempat.
Bukti yang lebih banyak menunjukkan bahwa virus corona varian Omicron memengaruhi saluran pernapasan bagian atas, sehingga menyebabkan gejala yang lebih ringan daripada varian sebelumnya, kata pejabat Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Selasa.
"Kami menemukan lebih banyak studi yang memperlihatkan bahwa Omicron menginfeksi bagian atas tubuh. Berbeda dari yang lain, yang dapat menyebabkan pneumonia parah," kata Manajer Insiden WHO Abdi Mahamud di hadapan wartawan yang berbasis di Jenewa. Menurut dia, fakta itu bisa menjadi "kabar baik". Demikian dilaporkan Antara mengutip Reuters, Selasa (4/1).
Namun, dia menambahkan penularan Omicron yang tinggi menandakan varian tersebut bisa menjadi dominan dalam beberapa pekan di banyak tempat. Hal itu dapat menjadi ancaman bagi negara-negara yang mayoritas penduduknya tetap tidak bersedia divaksin.
Pernyataannya tentang penurunan risiko penyakit parah mendukung data lain yang mencakup sebuah studi di Afrika Selatan, yang merupakan salah satu negara pertama yang melaporkan kemunculan Omicron.
Akan tetapi, Mahamud juga memberikan satu peringatan, seraya menyebut Afrika Selatan "situasi yang berbeda" lantaran mempunyai populasi muda di antara faktor lainnya.
Disinggung soal apakah perlu vaksin khusus Omicron, Mahamud mengatakan terlalu dini untuk mengatakannya, tetapi menekankan bahwa keputusan tersebut membutuhkan koordinasi global dan jangan dilimpahkan ke sektor komersial untuk memutuskannya sendiri.
Baca juga:
Belanda Tetap akan Buka Sekolah Meski Kasus Covid-19 Masih Tinggi
Kasus Covid-19 di Australia Turun tapi Angka Rawat Inap Naik
Flurona, Israel Catat Kasus Pertama Pasien Terpapar Covid-19 dan Influenza Sekaligus
China Copot Dua Pejabat di Kota Xi'an Setelah Wabah Covid Meluas
Pelajar di Inggris Wajib Pakai Masker di Ruang Kelas untuk Cegah Omicron
Menteri Pertahanan AS Lloyd Austin Positif Covid-19
Pejabat Israel: Kasus Omicron Bisa Picu Terjadinya Herd Immunity
Kasus Covid-19 Melonjak, Jemaah Umroh Kembali Dibatasi Masuk Masjidil Haram