LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. DUNIA

Warga Kristen Mesir nilai waktu pelaksanaan pemilu tidak adil

Ini lantaran waktu pemungutan suara akan berbarengan dengan perayaan Paskah.

2013-02-24 13:44:44
Mesir
Advertisement

Juru bicara kepresidenan Mesir kemarin menyatakan pemilihan umum (pemilu) parlemen akan dipercepat menjadi tanggal 22 April mendatang, setelah sebelumnya pemerintah negeri piramida itu menetapkan pada 27 April. Hal ini diumumkan melalui akun Facebook miliknya.

Stasiun televisi Al Arabiya melaporkan, Ahad (24/2), warga Kristen Koptik Mesir yang merupakan warga minoritas di negeri piramida itu telah mengkritisi waktu pelaksaan pemilihan umum. Ini lantaran di beberapa pemungutan suara akan berbarengan dengan perayaan Paskah.

Wakil Presiden Gereja Penginjil di Mesir, Andrea Zaki, juga meminta kepada Presiden Mesir Muhammad Mursi agar menunda proses pemungutan suara hingga 7 Mei mendatang.

Advertisement

"Putaran pertama pemungutan suara sebelumnya dijadwalkan pada 27-28 April, dan ini bertepatan dengan perayaan Minggu Palma. Sementara, pemungutan suara selanjutnya akan dilakukan pada 4-5 Mei, ini bertepatan dengan perayaan Paskah," kata Kepala Humas Gereja Katolik Mesir, Uskup Rafiq Gereish, kepada surat kabat Egypt Independent.

Para pegiat mengatakan penetapan tanggal itu sangat tidak menghormati bagi seluruh warga Kristen Koptik di Mesir. Mereka melihat penetapan tanggal itu ditujukan untuk mengabaikan warga Kristen Koptik dari proses pemungutan suara.

Pemilu itu digelar di tengah unjuk rasa yang masih melanda negeri piramida itu belakangan ini. Kondisi keamanan dan krisis ekonomi juga masih melingkupi Mesir sampai saat ini. Negeri Sungai Nil itu terbelah menjadi pendukung Mursi dan pendukung oposisi liberal.

Advertisement

Mursi dan seluruh pendukung Ikhwanul Muslimin berharap pemilu itu akan mengakhiri transisi politik yang telah menimbulkan banyak kekerasan dan korban jiwa.

Pemungutan suara akan diadakan secara bertahap di beberapa wilayah karena kekurangan anggota panitia pemilu. Partai Keadilan dan Kebebasan Ikhwanul Muslimin (FPJ) berharap akan meraup kursi lebih banyak dari pemilu sebelumnya.

(mdk/fas)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.