Warga Korut dieksekusi depan publik karena terlibat pelacuran
Eksekusi dilakukan di tempat-tempat umum, seperti bantaran sungai, pasar, bahkan sekolah.
Media Korea Selatan melaporkan Pemerintah Korea Utara mengeksekusi warganya yang terlibat prostitusi. Eksekusi dilakukan di tempat-tempat umum, seperti bantaran sungai, pasar, bahkan sekolah.
Dilansir dari Reuters, Rabu (19/7), fakta terkuak dalam laporan milik organisasi non-pemerintah Korsel, Transitional Justice Working Group (TJWG), berdasarkan wawancara dengan sekitar 350 pembelot Korut.
TJWG juga mendokumentasikan sejumlah lokasi pembunuhan di hadapan publik dan kuburan massal yang diduga hal biasa di Pyongyang.
"Peta ini, beserta pernyataan mereka memberikan gambaran jelas kepada kita semua mengenai penganiayaan yang terjadi berpuluh tahun lalu," tutur TJWG dalam pernyataan mereka.
Meski demikian, laporan ini masih belum jelas kebenarannya. Pasalnya TJWG sendiri belum pernah melakukan penelitian akan penganiayaan di Korut selama ini.
TJWG sendiri merupakan gabungan dari aktivis dan peneliti bidang hak asasi manusia yang dipimpin oleh Lee Younghwan. Ia pernah bekerja sebagai pegiat HAM di Korut.
Amerika Serikat selama ini terus mendesak Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) membawa pemerintah Korut ke hadapan pengadilan internasional untuk menjelaskan rumor penganiayaan terhadap warga. Namun, desakan tersebut ditolak dua dari lima anggota tetap Dewan Keamanan PBB, yaitu Rusia dan China yang adalah sekutu terdekat Korut.
Baca juga:
Myanmar tegaskan ke AS tak ada kerja sama militer dengan Korut
Korut dan Korsel bakal berunding di zona netral Jumat mendatang
Korut nilai latihan gabungan AS dan Korsel picu perang dunia
Meriahnya perayaan keberhasilan uji coba rudal antarbenua Korut
Bungker canggih warga Hawaii untuk berlindung dari rudal Korea Utara
Tawarkan solusi perdamaian, Rusia & China bela Korut di depan DK PBB