Warga AS Meninggal Akibat Virus Corona Bertambah Jadi Enam Orang
Empat orang meninggal dunia di negara bagian Washington, Amerika Serikat (AS) setelah terinfeksi virus corona. Kasus kematian baru ini membuat angka kematian di AS bertambah menjadi enam orang.
Empat orang meninggal dunia di negara bagian Washington, Amerika Serikat (AS) setelah terinfeksi virus corona. Kasus kematian baru ini membuat angka kematian di AS bertambah menjadi enam orang, kata pihak berwenang pada Senin.
Kepala Pegawai Kesehatan Biro Kesehatan Publik King County, Dr Jeff Duchin, mengumumkan peningkatan kasus kematian akibat virus corona dalam konferensi pers pada Senin, saat pihak berwenang di seluruh AS berjuang menekan tingkat penyebaran virus dengan mempersiapkan peralatan untuk menangkal virus.
Para peneliti sebelumnya menyampaikan penularan virus kemungkinan tak terdeteksi selama berminggu-minggu di Washington. Setelah kasus kematian pertama, Gubernur Washington, Jay Inslee mengumumkan keadaan darurat. Demikian dikutip dari Aljazeera, Selasa (3/3).
Duchin mengatakan, delapan dari 18 kasus di Washington dan empat kematian dikaitkan dengan fasilitas perawatan di wilayah Seattle. Empat dari enam orang yang meninggal adalah lansia dan memang memiliki penyakit tertentu sebelumnya.
"Kami menangani situasi ini dengan sangat serius," katanya, menambahkan bahwa, seperti di sebagian besar negara di dunia, sebagian besar pasien yang didiagnosis memiliki penyakit sedang dan tidak memerlukan rawat inap.
Sampai Minggu, jumlah kasus di AS meningkat menjadi 91, kata Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC) pada Senin. Sejauh ini, 10 negara bagian termasuk California, New York, Oregon, Florida, and Rhode Island telah mengkonfirmasi atau menemukan dugaan kasus virus corona.
Di New York, Gubernur Andrew Cuomo, yang di wilayahnya telah dikonfirmasi kasus pertama virus corona, menyambut keputusan CDC yang mengizinkan semua pemerintah negara bagian untuk menjalani tes virus, sehingga mempersingkat waktu pengujian.
"Saya ingin menargetkan 1.000 tes per hari dalam sepekan karena, sekali lagi, lebih banyak tes, lebih baik," jelasnya pada Senin.
Sejak muncul di Wuhan, China tengah pada Desember tahun lalu, virus ini telah menginfeksi 89.000 orang di seluruh dunia, dan menewaskan lebih dari 3.000 orang.
(mdk/pan)