Wanita Amerika ditangkap sebab dituduh dukung ISIS
Shannon Maureen Conley dituduh memberikan dukungan material kepada gerilyawan kini memerangi pemerintah Suriah dan Irak.
Pemerintah federal di Kota Denver, Negara Bagian Colorado, Amerika Serikat kemarin telah menangkap seorang wanita dituduh memberikan dukungan material kepada gerilyawan yang kini memerangi pemerintah Suriah dan Irak, dan berkonspirasi untuk melakukan kejahatan melawan Amerika Serikat.
Menurut pengaduan kriminal di Pengadilan Distrik Amerika di Colorado, Shannon Maureen Conley, lahir pada 1996, mengikuti pelatihan militer dengan Angkatan Darat Amerika Explorers awal tahun ini, sebelum mencoba untuk terbang ke Suriah untuk bertemu konspirator hanya diidentifikasi sebagai YM, seperti dilansir surat kabar the Chicago Tribune, Kamis (3/7).
YM, di mana Conley bertemu secara online pada tahun lalu, mengatakan dia adalah seorang anggota aktif dalam kelompok pemberontak Negara Islam Irak dan Suriah, juga dikenal sebagai ISIL atau ISIS, yang baru-baru ini disingkat namanya menjadi hanya Negara Islam.
Kelompok militan muslim Sunni itu merupakan cabang dari Al-Qaidah yang ingin menciptakan kembali kekhalifahan bergaya abad pertengahan dari Mediterania ke Teluk dan menganggap muslim Syiah sebagai bidah yang pantah dihukum mati.
Kasusnya telah ditutup hingga Jumat pekan lalu ketika seorang hakim federal memerintahkan sebagian besar catatan itu diumumkan ke publik. Beberapa rincian, rupanya termasuk nama dan alamat, yang disunting dari pengaduan pidana yang diberikan oleh pejabat federal pada Rabu.
Dokumen pengadilan mengatakan Conley dan Y.M. berbagi pandangan Islam, serta berpartisipasi dalam jihad terhadap non-muslim dan dikatakan mereka akhirnya memutuskan untuk bertunangan.
Penyidik menangkap Conley di Bandara Internasional Denver pada April lalu saat dia bersiap-siap untuk naik pesawat ke Jerman, kata dokumen pengadilan.
Sebelum bepergian ke Suriah, dokumen pengadilan mengatakan, Conley memperoleh keterampilan dan pelatihan tambahan untuk memberikan dukungan kepada para pemberontak, dan untuk melawan sendiri jika dianggap perlu.
Pihak berwenang mengatakan perempuan bersertifikat asisten perawat itu masuk Islam dan menjalani pelatihan di Angkatan Darat Amerika Explorers (USAE) di Texas pada Februari lalu.
Dalam sebuah pernyataan tertulis untuk mendukung pengaduan pidana, seorang Wakil Polisi Khusus Amerika yang ditugaskan untuk Satuan Tugas Gabungan Terorisme FBI mengatakan Conley diwawancarai pada pertengahan 2013 setelah ketahuan bertindak aneh di luar sebuah gereja di Arvada, Colorado.
Gereja itu menjadi adegan penembakan massal pada tahun 2007, dan staf menjadi curiga. Ini dikatakan Christian Byrne dalam dokumen itu.
Dalam wawancara kedua pada Desember 2013, Conley mengatakan kepada agen FBI dia bergabung dengan USAE untuk dilatih dalam taktik militer dan senjata api, dan bahwa dia bermaksud menggunakan hasil pelatihan itu untuk berjihad ke luar negeri," kata Affidavit.
"Ketika ditanya apakah dia masih ingin melaksanakan rencana itu, mengetahui bahwa itu adalah ilegal, Conley mengatakan bahwa itulah yang dia lakukan," jelas dia.
Jika terbukti bersalah, Conley menghadapi hukuman maksimal lima tahun penjara serta denda Rp 2,9 miliar, atau keduanya.
(mdk/fas)