Vladimir Putin: Menghina Nabi Muhammad Bukan Kebebasan Berekspresi
Presiden Rusia, Vladimir Putin juga mengkritik penerbitan sketsa Nabi Muhammad di majalah Prancis, Charlie Hebdo pada September lalu,
Presiden Rusia, Vladimir Putin menyampaikan, menghina Nabi Muhammad merupakan sebuah "pelanggaran terhadap kebebasan beragama", seperti diberitakan kantor berita Rusia, TASS.
Selain melanggar kebebasan beragama, Putin mengatakan penghinaan terhadap Nabi Muhammad juga menyinggung perasaan warga Muslim. Hal ini disampaikan Putin dalam konferensi pers tahunannya pada Kamis.
Putin juga mengkritik penerbitan sketsa Nabi Muhammad di majalah Prancis, Charlie Hebdo pada September lalu, menyebut tindakan semacam itu bisa membangkitkan pembalasan dari kelompok ekstremis.
"Memuja kebebasan artistik secara umum memiliki batasannya dan tidak seharusnya melanggar kebebasan orang lain," jelasnya, dikutip dari laman Press TV, Minggu (26/12).
Dia juga menyampaikan, Rusia merupakan negara multi etnis dan beragam keyakinan dan warganya harus terbiasa menghormati tradisi satu sama lain.
Perdana Menteri Pakistan, Imran Khan, dalam sebuah unggahan Twitter, menyambut baik pernyataan Putin, mengatakan, "Pernyataan Putin menegaskan kembali sikap saya bahwa menghina Nabi Yang Mulia (SAW) kami bukanlah kebebasan berekspresi."
"Kami umat Muslim, khususnya para pemimpin Muslim, harus menyebarkan pesan ini kepada para pemimpin non-Muslim dunia untuk melawan Islamofobia," lanjut PM Khan.
Khan juga menyerukan dunia Barat menghormati sentimen komunitas Muslim saat mempraktikkan "kebebasan berekspresi".
Baca juga:
Pakistan Cabut Larangan Partai Islam Radikal TLP Setelah Setuju Hentikan Demo
CEK FAKTA: Ini Bukan Video Kecelakaan yang Menewaskan Pembuat Karikatur Nabi Muhammad
Kartunis Swedia Pembuat Kartun Nabi Muhammad Tewas karena Kecelakaan
Kartunis Asal Denmark Pembuat Karikatur Nabi Muhammad Meninggal Dunia
Kelompok Ekstrem Serang Kantor Polisi dan Sandera Enam Petugas
PM Pakistan Imran Khan Desak Negara Barat Pidanakan Penghina Nabi Muhammad