Vietnam Evakuasi 80.000 Warga Dari Kota Setelah Tiga Orang Positif Covid-19
Kemarin negara tersebut kembali berada pada siaga tinggi setelah infeksi pertama warga terkonfirmasi sejak April.
Vietnam mengevakuasi 80.000 warga, kebanyakan wisatawan lokal, dari pusat kota Da Nang setelah tiga orang penduduk dites positif virus corona.
Kemarin negara tersebut kembali berada pada siaga tinggi setelah infeksi pertama warga terkonfirmasi sejak April.
Evakuasi akan memakan waktu sedikitnya empat hari menggunakan maskapai domestik yang mengoperasikan sekitar 100 penerbangan dalam sehari dari Da Nang ke 11 kota di Vietnam. Demikian disampaikan pemerintah dalam suatu pernyataan, dilansir Sky News, Senin (27/7).
Vietnam telah menerapkan karantina ketat dan melakukan tes secara agresif dan meluas selama pandemi. Negara ini juga masih ditutup untuk wisatawan asing, tapi terjadi peningkatan wisatawan domestik yang memanfaatkan diskon tiket pesawat dan paket liburan di hotel-hotel dan resor lokal.
Kementerian Kesehatan mengatakan, puluhan ribu warga yang dipulangkan dari Da Nang wajib menjalani karantina mandiri selama 14 hari.
Tiga kasus baru pada Minggu terkonfirmasi di antaranya pada remaja laki-laki 17 tahun di Provinsi Quang Ngai dan perempuan lansia 71 tahun di Da Nang. Selain itu kakek berusia 61 tahun asal Da Nang juga dilaporkan positif terjangkit virus corona.
Evakuasi penduduk kota ini sebagai bagian upaya yang terus menerus dilakukan pemerintah untuk menghentikan wabah Covid-19. Selama 99 hari, Vietnam tak mencatat ada penularan lokal sebelum pria 57 tahun terkonfirmasi positif virus corona, menurut media pemerintah.
Pada Sabtu, Perdana Menteri Vietnam, Nguyen Xuan Phuc meminta dilakukan penelusuran kontak dan tes skala besar di Da Nang, salah satu destinasi wisata utama di Vietnam.
PM Xuan Phuc juga memerintahkan investigasi dan penerapan hukuman bagi pengunjung ilegal ke negara tersebut, khususnya di Da Nang dan Provinsi
Quang Ngai.
Pada Minggu, media pemerintah menyampaikan, kepolisian di Da Nang telah menangkap pria China berusia 42 tahun yang disebut merupakan pimpinan kelompol kriminal yang membantu orang-orang memasuki Vietnam secara ilegal dari China.
Pihak berwenang belum secara resmi menghubungkan kasus baru ini dengan imigrasi ilegal di Da Nang.
Komite Rakyat Pemerintah Kota Da Nang memberlakukan aturan jaga sosial jarak 1 meter pada Sabtu yang berlaku mulai jam 1 siang pada hari yang sama.
Tiga kasus baru menjadikan negara tersebut mencatat total 420 kasus pada hari Minggu, menurut Universitas Johns Hopkins. Vietnam tidak memiliki catatan kematian akibat virus tersebut.
(mdk/pan)