LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. DUNIA

Vatikan pecat dan kirim pastur mengaku gay ke Pegunungan Alpen

"Saya berusaha jujur. Saya seorang pastur dan saya gay," kata Krzysztof Charamsa dalam jumpa pers bikin geger

2015-10-07 10:02:00
Vatikan
Advertisement

Krzysztof Charamsa pekan lalu (3/10), membuat pengumuman mengejutkan selepas pertemuan para uskup sedunia membahas isu-isu keluarga Katolik di Vatikan. Pendeta ini bercerita pada pers bahwa dirinya adalah penyuka sesama jenis sejak lama.

Pejabat menengah dari Divisi Doktrin Katolik di Tahta Suci itu segera dicopot. Charamsa disebut-sebut langsung dikirim ke sebuah biara di Pegunungan Alpen, Swiss, untuk menjalani terapi agar kembali menjadi heteroseksual.

CBS News melaporkan, Selasa (6/10), Juru Bicara Vatikan Federico Lombardi mengaku punya alasan kenapa pihaknya terpaksa melucuti semua jabatan dan hak Charamsa. Tahta Suci beralasan romo 43 tahun itu mengganggu jalannya pertemuan uskup, serta mencari popularitas pribadi dengan pengakuannya kepada media.

Advertisement

"Keputusan membuat pernyataan publik semacam itu saat pembukaan pertemuan penting para uskup yang membahas kepentingan umat, sangat tidak bertanggung jawab," kata Lombardi.

Salah satu sobat Charamsa, Mario Bonfanote, mengatakan sang pastur gay dipaksa mengikuti terapi awal pekan ini. "Charamsa diperintahkan pergi ke biara Venturini, di Trento, untuk kembali menemukan jalan yang benar," kata Bonfanote kemarin.

Merujuk laporan Telegraph, Charamsa membenarkan ada perintah pelatihan itu dari Vatikan. Dia buru-buru menolaknya. "Mereka ingin 'menyembuhkan' saya tapi saya menolak pergi."

Advertisement

Dalam pernyataan pers yang menggegerkan pekan lalu, Charamsa ditemani pasangan homoseksualnya, bernama Eduard. Dia sampai melayani wawancara khusus dengan jurnalis Italia dan Polandia. Awalnya jumpa pers sang pastur gay akan digelar persis di depan ruang pertemuan para uskup, tapi dipindah pada detik-detik terakhir.

Saat ditanya apakah sengaja mencari sensasi dengan mengungkap orientasi seksualnya, Charamsa membantah. Tapi dia memang berharap ceritanya mengubah persepsi para uskup yang sedang rapat membahas definisi keluarga Katolik.

"Saya ingin gereja Katolik bisa menjadi tempat bernaung penuh kasih bagi umatnya yang homoseksual," kata Charamsa.

"Intinya, saya berusaha jujur. Saya seorang pastur, saya gay. Saya bahagia dan bangga menjadi pastur yang homoseksual," tandasnya.

Vatikan secara umum mengutuk homoseksualitas sejak berdiri dua milenium lalu. Tradisi Katolik yang menomorsatukan pasangan heteroseksual itu, baru melunak setelah Paus Fransiskus menjabat. Sri Paus asal Argentina ini membuat gebrakan, kendati tidak radikal, soal isu LGBT dua tahun lalu.

Fransiskus tetap menyatakan homoseksualitas adalah hal yang sulit diterima iman Katolik. Tapi dia menegaskan Gereja harus lebih ramah terhadap kaum LGBT. Dia mengatakan tidak sampai hati menghakimi kaum gay yang berbuat baik.

"Jika ada seseorang yang gay dan mencari Tuhan dan berniat baik, siapa lah saya ini untuk menghakimi mereka?" kata Fransiskus pada 29 Juli 2013.

(mdk/ard)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.