LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. DUNIA

Vaksin Sudah Ada Tapi Pandemi Belum Akan Berakhir, Ini Alasannya

Kendati vaksin Covid-19 akan segera ada di tengah masyarakat, namun para pakar memperingatkan vaksin tak menjamin pandemi juga akan segera berakhir.

2020-12-03 07:32:00
vaksin covid-19
Advertisement

Pada November, Moderna dan Pfizer, dua perusahaan pengembang vaksin Covid-19 melaporkan kandidat vaksin mereka 95 persen efektif melindungi orang dari penyakit yang disebabkan infeksi virus corona tersebut.

Ada harapan yang sangat tinggi keberadaan vaksin yang efektif dapat segera mengakhiri pandemi dan kembali membuat kehidupan berjalan normal.

Namun para pakar kesehatan yang gembira dengan hasil tersebut juga memperingatkan vaksin bukanlah obat mujarab yang bisa menghilangkan pandemi seketika. Bahkan setelah banyak orang disuntik vaksin, kita masih akan tetap memakai masker dan menjaga jarak satu sama lain.

Advertisement

Pertama, ada pertanyaan terkait efektivitas. Memang Moderna dan Pfizer melaporkan hasil suntikan vaksin mereka masing-masing 94,5 persen dan 95 persen efektif. Tapi efektivitas merujuk pada kemampuan vaksin untuk melindungi dari penyakit Covid-19 dan belum tentu melawan infeksi virus.

Kedua uji coba vaksin yang berlangsung ketat bertujuan untuk mengukur penyakit Covid-19 — sukarelawan dalam uji coba secara acak diberikan vaksin atau plasebo, kemudian diminta untuk melaporkan gejala Covid-19 yang mereka alami, seperti demam, batuk, sesak napas atau nyeri otot. Para peneliti kemudian menentukan apakah akan mengujinya atau tidak.

Jika orang dites positif, mereka dicatat sebagai kasus Covid-19 yang dikonfirmasi, dan para peneliti kemudian melihat kelompok kasus Covid-19 dan membandingkan berapa banyak orang yang telah divaksinasi versus berapa banyak yang mendapatkan plasebo. Efektivitas vaksin mengukur apakah orang-orang ini terus mengembangkan lebih banyak gejala Covid-19.

Advertisement

Berarti orang yang divaksinasi belum tentu kebal terhadap infeksi; tetapi mereka lebih cenderung mengalami gejala ringan dan tidak sakit seperti mereka yang tidak divaksinasi.

Hal ini dapat meringankan beban pada sistem perawatan kesehatan dan meminimalisir risiko petugas kesehatan terpapar virus, yang dapat berkontribusi dalam mengendalikan pandemi.

Masker dan Jaga Jarak

Namun karena vaksin tidak serta merta melindungi dari infeksi, tindakan pencegahan seperti memakai masker, menjaga jarak sosial dan menghindari pertemuan di dalam ruangan masih penting untuk mencegah penyebaran virus.

Masih perlu banyak data untuk memastikan apakah orang yang divaksinasi dan tidak mengalami gejala masih dapat menularkan penyakit kepada orang lain. Karenanya, para ahli mengatakan lebih baik menerapkan tindakan pencegahan tersebut yang telah terbukti menghambat penyebaran Covid-19.

Baik Moderna dan Pfizer berencana untuk segera mengajukan otorisasi untuk mulai mendistribusikan vaksin mereka, bahkan setelah mereka menerima otorisasi, masih perlu waktu untuk menyuntikkan vaksin kepada masyarakat dan didistribusikan ke fasilitas kesehatan.

Kedua perusahaan ini telah mulai memproduksi dosis vaksin dengan dasar efektivitas tersebut, tetapi produksi masih belum menghasilkan dosis yang cukup untuk memenuhi permintaan tahun ini.

Karena dosisnya akan dibatasi, pemerintah federal AS telah meminta departemen kesehatan negara bagian untuk mengajukan proposal bagaimana mereka akan mendistribusikan vaksin secara bertahap, dimulai dengan kelompok paling berisiko seperti petugas kesehatan dan pekerja garis depan.

Dengan semakin banyaknya dosis yang tersedia, para lansia dan orang dengan kondisi kesehatan kronis akan divaksinasi, dan pada akhirnya, seluruh populasi. Kemungkinan mayoritas masyarakat Amerika tidak akan divaksinasi sampai paling cepat hingga musim semi tahun depan. Artinya tujuan akhir dalam mengendalikan pandemi, kekebalan kawanan, kemungkinan besar tidak akan terjadi sampai tahun depan, ketika cukup banyak orang yang divaksinasi dan dapat menangkal penyakit serius.

"Tidak sampai sebagian besar penduduk divaksinasi, dan beban kasus telah turun ke tingkat yang sangat rendah, kami akan dapat bernapas lega (tanpa masker)," jelas profesor mikrobiologi di Universitas Rutgers, Emanuel Goldman dikutip dari TIME, Rabu (2/12).

Goldman memperingatkan, para peneliti harus tetap waspada dalam melacak setiap perubahan dalam virus karena semakin sedikit inang tempat berkembang biak.

"Virus mungkin memiliki ide lain dan mencoba mengubah dengan cara yang membuat vaksin menjadi kurang efektif," jelasnya.

Hanya dengan memvaksinasi jutaan orang, dan memantau bagaimana sistem kekebalan mereka bereaksi, para ahli akan mendapatkan penanganan yang lebih baik tentang apa yang diperlukan untuk membasmi Covid-19 atau setidaknya membuatnya lebih sulit untuk menyebar.

"Pesan besarnya adalah kami memiliki alat tambahan (dalam bentuk vaksin) untuk memerangi Covid-19, tetapi kami belum memiliki alat untuk menggantikan semua yang kami lakukan," jelas direktur Institut Nasional Alergi dan Penyakit Menular AS, Dr Anthony Fauci.

(mdk/pan)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.