Vaksin Sinovac dan AstraZeneca Bisa Digunakan di Brasil Mulai Pertengahan Februari
Pemerintah federal Brasil memiliki perjanjian untuk membeli vaksin yang dikembangkan Universitas Oxford dan AstraZeneca, dan negara bagian Sao Paulo bekerja sama dengan produsen vaksin China, Sinovac Biotech.
Dua vaksin virus corona dari AstraZenenca dan vaksin buatan China, Sinovac, mulai siap digunakan di Brasil pada pertengahan Februari 2021. Demikian disampaikan Menteri Kesehatan Brasil, Eduardo Pazuello pada Rabu lalu, walaupun jadwal peluncuran nasional akan tergantung pada persetujuan regulator.
Pazuello mengatakan, data kedua vaksin yang sedang diuji di Brasil bisa dianalisis oleh regulator kesehatan Anvisa pada Januari mendatang.
"Kemungkinannya di pertengahan Februari kita bisa menerima dan mendaftarkan vaksin ini untuk mulai rencana kita (vaksinasi)," jelasnya setelah menghadiri rapat rencana vaksinasi nasional, dikutip dari China Daily, Senin (21/12).
Pemerintah federal Brasil memiliki perjanjian untuk membeli vaksin yang dikembangkan Universitas Oxford dan AstraZeneca, dan negara bagian Sao Paulo bekerja sama dengan produsen vaksin China, Sinovac Biotech.
Lebih dari 180.000 orang meninggal dunia karena Covid-19 di Brasil, yang merupakan wabah paling mematikan kedua di dunia setelah AS. Setelah sebulan menurun, infeksi virus melonjak lagi dalam beberapa hari terakhir, dengan kasus baru dan kematian melonjak tajam.
Pemerintah menetapkan rencana vaksinasi secara tertulis pada akhir pekan, dengan target awal memvaksin 51 juta orang, atau sekitar seperempat populasi, pada periode awal 2021.
Kementerian Kesehatan mengatakan, 108 juta dosis akan tersedia untuk kelompok rentan yang menjadi prioritas vaksinasi, termasuk petugas kesehatan, lansia, dan kelompok masyarakat adat.
Rencana tersebut menyatakan 70 persen populasi atau sekitar 148 juta dari 212 juta populasi Brasil, perlu diimunisasi untuk menghentikan penyebaran virus. Rencana ini menutupi sekitar sepertiga dari target.
(mdk/pan)