LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. DUNIA

Algojo ISIS gorok pekerja kemanusiaan asal Inggris

Haines menjadi korban ketiga sejak berlangsungnya serangan udara AS di Irak.

2014-09-14 09:17:56
Ekstremis ISIS
Advertisement

Usai menggorok dua jurnalis asal Amerika Serikat (AS), kelompok radikal Negara Islam (IS) atau dikenal Negara Islam Suriah Irak (ISIS) juga mengeksekusi pekerja bantuan Inggris, David Cawthorne Haines (44). Eksekusi ini menjadi yang ketiga dilakukan kelompok tersebut dalam beberapa pekan terakhir.

Harian The New York Times, Minggu (14/9), melaporkan penggorokan diungkap ISIS pada sebuah video dalam situs pemantau terorisme yang menunjukkan gambar leher Haines sedang dipenggal seorang algojo bertopeng. Video berdurasi 2.27 menit itu diberi judul "Pesan untuk Sekutu Amerika".

Dalam video tersebut, ISIS menyalahkan Perdana Menteri Inggris David Cameron karena bergabung dengan Amerika Serikat. Mereka menyatakan serangan tersebut sebagai "perang" terhadap para pejuang jihad dengan meluncurkan serangan pesawat di Irak.

"Anda masuk secara sukarela ke dalam koalisi dengan Amerika Serikat untuk melawan Negara Islam, seperti pendahulunya Tony Blair Anda lakukan, mengikuti tren antara perdana menteri Inggris kami yang tidak dapat menemukan keberanian untuk mengatakan tidak kepada Amerika," kata algojo itu dalam video.

Sementara itu, AFP menyebutkan, algojo yang menggorok Haines merupakan sosok yang sama saat mengeksekusi dua jurnalis AS. Sang algojo beraksen Inggris ini mengancam, serangan Inggris terhadap ISIS akan mempercepat kehancuran negara tersebut dan akan menyeret orang Inggris lainnya ke dalam "perang berdarah dan dimenangkan pihak lain". Dia juga mengancam untuk mengeksekusi sandera Inggris lainnya.

Haines merupakan warga Inggris kelahiran Skotlandia. Dia disandera ISIS sejak Maret 2013. Di Irak, Haines bekerja untuk Badan Kerjasama Teknis dan Pembangunan (ACTED), satu badan amal bantuan internasional. Sebelum itu, ia merupakan pekerja kemanusiaan di Balkan, bagian Afrika dan tempat-tempat lain di Timur Tengah.

ISIS juga telah merilis sebuah video berisi eksekusi Foley pada 19 Agustus, dan Sotloff dua pekan kemudian pada 2 September.

Baca juga:
Ibu jurnalis yang digorok ISIS merasa malu sebagai warga Amerika
Pembakaran bendera ISIS sama saja dengan hina kalimah syahadat?
Intelijen Amerika dan Inggris ungkap sosok pembunuh James Foley
Pengguna media sosial Libanon buat tantangan bakar bendera ISIS
Obama menyesal main golf usai kematian jurnalis AS James Foley

(mdk/tyo)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.