LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. DUNIA

"Unicorn" Pernah Hidup Bersama Manusia Purba 39.000 Tahun Lalu

Badak raksasa yang telah punah, yang juga disebut "unicorn Siberia", hidup di planet ini lebih lama dari yang diperkirakan para ilmuwan sebelumnya,

2023-01-26 15:18:09
Sains
Advertisement

Badak raksasa yang telah punah, yang juga disebut "unicorn Siberia", hidup di planet ini lebih lama dari yang diperkirakan para ilmuwan sebelumnya, menurut penelitian terbaru.

Penelitian yang diterbitkan pada 2018 dalam jurnal Nature Ecology & Evolution menyebutkan, hewan tersebut pernah berkeliaran di tengah komunitas manusia, bertahan hidup di Eropa Timur dan Asia Barat hingga setidaknya 39.000 tahun yang lalu, sekitar waktu yang sama dengan Neanderthal dan manusia modern awal, dikutip dari laman The Archaelogist, Kamis (26/1).

Temuan terbaru menggunakan penanggalan radiokarbon dan analisis genetik pada 23 spesimen badak untuk mengungkap kehidupan Elasmotherium sibiricum seberat 3,8 ton yang misterius, yang sebelumnya diperkirakan telah punah sekitar 200.000 tahun yang lalu.

Advertisement

Peneliti menyatakan dalam The Conversation, "unicorn Siberia," yang pernah hidup di Rusia modern dan memiliki jangkauan yang meluas ke daerah-daerah di Mongolia, China utara, dan Kazakhstan, punah karena perubahan lingkungan yang memengaruhi jenis rumput dan tumbuhan yang menjadi makanannya.

Hewan yang panjang tanduknya bisa mencapai 1 meter itu kesulitan beralih dari pola makan rumput.

"Kerabat seperti badak berbulu selalu memakan susunan tanaman yang lebih seimbang, dan jauh lebih sedikit terpengaruh oleh perubahan habitat," tulis peneliti.

Advertisement

Mereka menambahkan, manusia bukanlah penyebab kepunahannya.

“Selain itu, rentang geografis Elasmotherium yang terus-menerus terbatas (mungkin juga terkait dengan habitat khususnya), serta ukuran populasi yang rendah dan tingkat reproduksi yang lambat terkait dengan ukuran tubuhnya yang besar, akan membuatnya cenderung punah di tengah perubahan lingkungan,” jelas para peneliti.

Baca juga:
Dikira Palsu, Polisi Hutan di Australia Kaget Temukan Kodok "Monster" Toadzilla
Ilmuwan Temukan Koloni Baru Penguin Berkat Kotoran yang Terlihat dari Luar Angkasa
Bocah 9 Tahun Temukan Gigi Hiu Purba Berusia 3,5 Juta Tahun di Pantai Maryland
Ilmuwan Lega Temukan Bayi Pertama Iguana Pink yang Langka & Terancam Punah
Sejak Lama Dicari, Fosil Harimau Tasmania yang Hilang Hampir 100 Tahun Ada di Lemari
Jonathan Si Kura-Kura, Hewan Darat Tertua di Dunia Rayakan Ulang Tahun ke-190

(mdk/pan)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.