Uni Emirat Arab larang konsumsi minuman bersoda ukuran besar
Tindakan ini dilakukan untuk mengurangi masalah obesitas di negara itu.
Pemerintah Uni Emirat Arab (UAE) berencana melarang konsumsi minuman bersoda dengan ukuran besar dalam upaya untuk mengurangi masalah obesitas yang kronis di negara itu.
Beberapa langkah dirancang untuk mempromosikan pola hidup sehat yang disetujui selama sesi diskusi dihadiri kabinet Uni Emirat Arab, seperti dilansir stasiun televisi Al Arabiya, Selasa (10/12).
Aturan itu meliputi pembatasan ukuran minuman bersoda, menerapkan kontrol atas iklan makanan tidak sehat, dan mencantumkan kandungan kalori di jenis makanan.
Namun, tidak ada rincian lebih lanjut kapan larangan minuman bersoda dengan ukuran besar itu akan diberlakukan atau ukuran maksimum wadah minumannya.
Menurut sebuah penelitian diterbitkan jurnal Kesehatan Masyarakat BMC, Uni Emirat Arab berada di peringkat kelima sebagai negara dengan penduduk tergemuk di dunia. Sedangkan menurut Federasi Diabetes Internasional, lebih dari 745 ribu orang menderita diabetes di Uni Emirat Arab.
Caroline Kamil, ahli gizi berbasis di Dubai, memuji langkah itu dan mengatakan aturan tersebut bisa meningkatkan kesadaran tentang dampak dari minuman manis bagi kesehatan.
"Ini adalah sebuah langkah besar diambil pemerintah," kata Kamil kepada Al Arabiya.
"Bahkan ukuran terkecil dari cangkir minuman bersoda ini berisi delapan sendok gula, melebihi persyaratan kadar gula untuk seseorang dalam satu hari atau lebih," ujar dia. "Kita tidak tahu efek samping dari pemanis alami ini juga."
Kamil menjelaskan beberapa orang yang menderita obesitas atau diabetes juga masih mengonsumsi minuman ini dalam jumlah besar.
Sementara lainnya mengatakan bahwa minuman bersoda dengan ukuran besar tidak bisa secara langsung disalahkan sebagai penyebab obesitas.
Direktur Hubungan Masyarakat dan Komunikasi untuk Coca-Cola di Timur Tengah, Antoine Tayyar, menekankan bahwa menjalankan diet seimbang dan mengejar gaya hidup sehat aktif adalah kunci untuk kesejahteraan.
Larangan minuman bersoda dengan ukuran besar di Uni Emirat Arab mengikuti sebuah proposal serupa dibuat di New York oleh Wali Kota Michael Bloomberg.
Pertemuan kabinet Uni Emirat Arab itu memeriksa ribuan proposal, termasuk banyak berhubungan dengan masalah kesehatan.
(mdk/fas)