Undang PBB dan Uni Eropa ke Filipina, ini alasan Duterte
Sebelumnya, Duterte sempat mengacungkan jari tengah pada Uni Eropa dan mengatakan, "persetan dengan kalian semua!" Hal ini diucapkan lantaran pernyataan parlemen Uni Eropa atas perang narkoba di negaranya.
Protes keras dunia internasional terkait perang narkoba yang diciptakannya di Filipina, membuat Presiden Rodrigo Duterte mengundang Perserikatan Bangsa-Bangsa dan Uni Eropa ke negaranya. Alasannya, Duterte ingin mereka melihat sendiri kejamnya perdagangan narkoba di negara tersebut.
"Untuk Ban Ki-moon dan Uni Eropa, akan saya undang datang ke Filipina dan melihat sendiri bagaimana kejamnya perdagangan narkoba di sini," ucapnya, seperti dilaporkan Reuters, Kamis (22/9).
Dia bahkan mengatakan bersedia diselidiki atas perang narkoba yang ditimbulkannya, yang sudah menewaskan hampir 3.000 orang. Duterte juga menyebutkan, adalah hak sebagai Presiden Filipina untuk melakukan perang narkoba di negaranya sendiri.
"Saat saya masih menjadi wali kota, silakan Anda kritik saya. Tapi saat ini, saya sudah menjadi presiden sebuah negara. Saya yang bertanggung jawab atas negara saya," tegasnya.
Sama seperti PBB, Uni Eropa menyatakan keprihatinan mereka atas meningkatnya jumlah orang yang tewas dalam perang narkoba di Filipina. Tak hanya itu, anggota parlemen Uni Eropa juga menyebutkan, Duterte mendorong adanya pembunuhan pengedar dan pengguna narkoba.
Ketika mendengar hal tersebut, Duterte langsung mengadakan jumpa pers di Davao.
"Saya bilang kepada mereka, persetan kalian semua. Anda melakukan itu (kritik pada Filipina)," serunya lantang di hadapan para pejabat Davao.
"Saat ini, Uni Eropa sudah berani mengutuk saya. Saya ulangi sekali lagi, persetan kalian semua!" tegasnya sembari mengacungkan jari tengah.
Baca juga:
Duterte acungkan jari tengah kepada Uni Eropa
Duterte masih butuh AS di Laut China Selatan demi stabilitas kawasan
Sederet bukti Duterte makin berani kepada Amerika Serikat
Setop patroli laut dengan AS, Duterte mau beli senjata Rusia & China
Cerita pengakuan pembunuh bayaran Duterte habisi pelaku kriminal