Umat Nasrani Amerika kecam film Hollywood Noah
"Ada kesempatan bagi orang Kristen untuk ikut mengecam film itu," ujar seorang perwakilan dari gereja Pantekosta.
Film Hollywood Noah yang menceritakan tentang kisah bahtera Nabi Nuh telah berhasil menyatukan umat Kristen dan Islam.
Umat dari kedua agama itu menyatakan satu suara mengecam film Nabi Nuh yang menelan biaya pembuatan lebih dari Rp 1,4 triliun sebab menampilkan kisah kepahlawanan dalam cerita Alkitab, seperti dilansir surat kabar the Daily Mail, Rabu (12/3).
Film itu sebelumnya telah dilarang di tiga negara Arab setelah pemimpin agama di negara tersebut memprotes film itu sebab menggambarkan sosok dalam Alkitab, yang juga seorang nabi dalam Alquran.
Mengikuti pemutaran perdananya pada akhir bulan ini, film Noah nantinya tidak akan ditampilkan di Qatar, Bahrain dan Uni Emirat Arab. Beberapa negara lain diharapkan juga mengikuti tindakan itu.
Tapi tampaknya warga Kristen Amerika juga kesal tentang penggambaran Nabi Nuh dalam film itu, dan mengklaim setelah tes pemutaran sang sutradara, Darren Aronofsky, membuat sosok Nabi Nuh 'terlalu suram'.
"Jika Anda mengharapkan film itu kata demi kata dari Alkitab, Anda akan terkejut," ujar seorang perwakilan dari gereja Pantekosta Australia. "Ada kesempatan bagi orang Kristen untuk ikut mengecam film itu."
Penonton lainnya di sebuah tes pemutaran terpisah bahkan mengatakan penggambaran Nabi Nuh sebagai seorang yang gila, irasional, dan gila agama yang terobsesi dengan masalah layaknya isu modern seperti masalah kelebihan penduduk.
Kritikan terhadap film itu muncul ketika lembaga Islam paling dihormati di dunia mengeluarkan fatwa haram terhadap film epos produksi Hollywood itu sebab bertentangan dengan ajaran-ajaran Islam.
Fatwa itu dibuat oleh Al-Azhar, lembaga berpengaruh di Ibu Kota Kairo, Mesir, sebuah pusat Islam Sunni yang didirikan sekitar tahun 970, termasuk sebuah universitas dan sebuah masjid.
Islam melarang adanya penggambaran sosok orang suci dalam berbagai karya. Sebaliknya kaum muslim menggunakan kaligrafi untuk menghiasi dinding-dinding pada masjid.
Kisah Nabi Nuh diceritakan dalam satu surat di Alquran, yang menjelaskan Nabi Nuh telah membangun sebuah bahtera untuk menyelamatkan dirinya, keluarganya dan banyak binatang saling berpasangan dari sebuah banjir besar.
Nabi Nuh juga menjadi sosok menonjol dalam Alkitab di kitab Kejadian dan dihormati oleh orang Kristen dan Yahudi.
Film ini dibintangi oleh Russell Crowe, Jennifer Connelly, Anthony Hopkins dan Emma Watson, dan akan ditayangkan perdana di Amerika Serikat pada 28 Maret.
Penggambaran Nabi Muhammad dalam media Eropa dan Amerika Utara telah berulang kali memicu protes mematikan di negara-negara Islam selama beberapa dekade terakhir, menghembuskan ketegangan budaya dengan Barat.
Kerusuhan terburuk meletus setelah Nabi Muhammad digambarkan dalam sebuah koran Denmark pada 2006. Hal itu memicu protes di Timur Tengah, Afrika dan Asia di mana setidaknya 50 orang meninggal.
Seorang juru bicara untuk Paramount Pictures mengatakan penyensoran di Qatar, Bahrain dan Uni Emirat Arab resmi dikonfirmasi pada pekan ini dan menyebut film itu tidak akan ditayangkan di negara mereka.
(mdk/fas)