LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. DUNIA

Umat Islam AS semakin rentan di bawah pemerintahan Trump

Parameternya adalah jumlah kejahatan berdasar kebencian agama terhadap umat Islam justru meningkat.

2017-07-18 15:57:12
Islam
Advertisement

Kehidupan umat Islam di Amerika Serikat dikabarkan justru terusik ketika Donald Trump terpilih menjadi Presiden. Sebab, menurut hasil statistik, usai Trump mengampu jabatan Presiden, tindak kejahatan karena kebencian terhadap Islam meningkat.

Dilansir dari laman Al Jazeera, Selasa (18/7), menurut catatan Majelis Hubungan Islam-Amerika Serikat (CAIR), tindak kejahatan dengan alasan benci terhadap Islam di AS melonjak hingga 91 persen pada paruh pertama 2017, jika dibandingkan pada tahun lalu. Jumlah insiden yang alasannya dianggap bias pada tahun ini juga bertambah menjadi 24 persen ketimbang tahun lalu.

Menurut Koordinator Pengawas Islamofobia CAIR, Zainab Arain, meningkatnya kejahatan berbasis anti-Islam dipicu oleh kampanye pemilihan presiden dan gaya pemerintahan Trump. Keduanya berkelindan memantik kefanatikan dan kebencian dan menyasar muslim AS serta etnis minoritas lain.

Advertisement

"Jika lelaku bias ini terus menimpa muslim AS, maka 2017 bisa jadi tahun terburuk," kata Arain.

Menurut Arain, bentuk pelecehan paling banyak terhadap kaum muslim dan Islam di AS sejak April hingga Juni 2017 adalah ejekan. Sedangkan yang kedua adalah penganiayaan dan perusakan properti. Dari 347 kasus, 57 persen menimpa laki-laki, dan 43 persen korbannya perempuan.

Dari laporan dikumpulkan CAIR, insiden itu biasanya terjadi di rumah korban, atau menguntit saat berada di jalan raya, ketiga ketika korban berada di angkutan publik atau fasilitas umum seperti pesawat, bus, dan terminal. Umumnya, pelaku melakukan kejahatan karena melihat latar kesukuan atau kebangsaan korban.

Advertisement

Sayangnya, data dipaparkan CAIR hanya berdasar laporan resmi. Mereka belum mampu menyusun pengakuan dari korban-korban yang memilih enggan melapor kepada aparat atau masyarakat setempat.

(mdk/ary)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.