Ulang tahun ke-100, mantan PM Jepang desak revisi konstitusi
Mantan Perdana Menteri Jepang Yasuhiro Nakasone memperingati hari ulang tahunnya yang ke-100 hari ini. Di hari tersebut, mantan perwira angkatan laut Perang Dunia II itu mendesak agar negara merevisi konstitusi pascaperang damai.
Mantan Perdana Menteri Jepang Yasuhiro Nakasone memperingati hari ulang tahunnya yang ke-100 hari ini. Di hari tersebut, mantan perwira angkatan laut Perang Dunia II itu mendesak agar negara merevisi konstitusi pascaperang damai.
Sebagai mantan PM yang pernah menjabat paling lama di Jepang, Nakasone telah lama menganjurkan agar piagam yang dirancang Amerika Serikat diubah. Hal ini dilakukan untuk memperjelas status militer yang rancu.
"Para politisi harus lebih serius menangani masalah ini agar membuka jalan menuju masa depan bangsa. Ini adalah inti dari politik," katanya melalui sebuah pernyataan resmi, dikutip dari laman Reuters, Minggu (27/5).
Topik revisi konstitusi ini memang sudah sejak lama menjadi perdebatan di kalangan masyarakat Jepang.
Nakasone sendiri telah menjadi perbincangan di Jepang setelah mengatakan bahwa dirinya akan membuat Jepang menjadi 'kapal induk' yang tidak dapat ditenggelamkan oleh pasukan Amerika Serikat dan angkatan laut Soviet.
Dia juga pernah melanggar aturan tertulis untuk membatasi anggaran pertahanan menjadi satu persen dari bruto produk nasional. Nakasone kemudian dipaksa mengundurkan diri pada 2003 lalu di usianya yang ke 85.
Baca juga:
Melon premium Jepang ini dilelang Rp 548 juta
Iniesta dapat sambutan meriah di Jepang
Inilah proyeksi skuat Jepang di Piala Dunia 2018
PM Shinzo Abe: Jepang tak berencana pindahkan kedutaan ke Yerusalem
Bertemu Presiden Abbas, PM Jepang tegaskan dukungannya bagi kemerdekaan Palestina
Ritual beradu tangisan ala bayi Jepang