LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. DUNIA

Ukraina Tuding Rusia Bom Sekolah Tempat Berlindung 400 Orang

Otoritas Ukraina mengatakan pasukan Rusia mengebom sebuah sekolah di Mariupol pada Minggu, di mana ratusan orang, termasuk anak-anak dan perempuan, berlindung, ketika Moskow terus menggempur kota pelabuhan yang terkepung itu.

2022-03-21 09:27:43
Perang Rusia Ukraina
Advertisement

Otoritas Ukraina mengatakan pasukan Rusia mengebom sebuah sekolah di Mariupol pada Minggu, di mana ratusan orang, termasuk anak-anak dan perempuan, berlindung, ketika Moskow terus menggempur kota pelabuhan yang terkepung itu.

"Kemarin, penjajah Rusia menjatuhkan bom di sebuah sekolah seni Nomor 12," jelas dewan kota Mariupol melalui Telegram pada Minggu, dikutip dari Al Jazeera.

Dewan kota menambahkan, 400 perempuan, anak-anak, dan lansia berlindung di sekolah itu dari gempuran pasukan Rusia. Disebutkan juga gedung sekolah yang berlokasi di wilayah timur kota itu hancur.

Advertisement

"Warga sipil yang damai masih berada di bawah reruntuhan," ujarnya.

Pasukan Rusia masuk semakin jauh ke kota strategis itu, yang telah digempur selama berhari-hari dan mengalami pemutusan jaringan komunikasi.

Pemerintah kota juga mengatakan beberapa penduduk Mariupol "diambil paksa Rusia (dan) mengambil paspor mereka dan diberikan selembar kertas yang tidak memiliki bobot hukum dan tidak diakui seluruh dunia."

Advertisement

Penasihat Wali Kota Mariupol, Petro Andryuschenko mengatakan para penduduk dipindah ke kota-kota di Rusia seperti Vladimir dan Yaroslavl.

Rob McBride dari Al Jazeera melaporkan dari kota Lviv, Ukraina barat, kondisi di Mariupol memburuk.

"Kami masih menunggu apakah ada yang selamat," jelasnya terkait pengeboman sekolah tersebut.

"Masalahnya, pemerintah di Mariupol mengatakan mereka tidak bisa mendekat ke tempat itu karena pertempuran sengit yang sedang berlangsung di jalan sekelilingnya. Walaupun orang-orang diizinkan keluar melalui koridor kemanusiaan, tentara Rusia mengecek apakah mereka warga sipil, bukan tentara atau pejuang," lanjutnya.

Kepala pemerintahan regional Donetsk, Pavlo Kyrylenko mengatakan pasukan Rusia telah mendeportasi seribu lebih penduduk Mariupol.

"Para penjajah itu mengirim penduduk Mariupol ke kamp penyaringan, memeriksa ponsel mereka dan menyita dokumen orang Ukraina," ujarnya, seraya mendesak komunitas internasional bertindak.

"Saya memohon kepada komunitas internasional: tekan Rusia dan pemimpin gilanya itu," tulisnya di Facebook.

Baca juga:
Pejuang Muslim Ukraina: Rusia juga Adalah Musuh Kami
Ekspresi Putin Bersumpah Rusia Menangkan Perang di Ukraina
Pengamat: RI Punya Rekam Jejak Baik, Mampu Tengahi Rusia Vs Ukraina
Mantan Pejabat Tinggi Kremlin Mundur Setelah Kecam Serangan Rusia ke Ukraina
Dampak Perang Rusia-Ukraina, Pemerintah Diingatkan Mitigasi Risiko Pangan
Pelaku Pasar Fokus ke Ukraina, Kurs Rupiah Ditutup Melemah ke Rp14.340 per USD

(mdk/pan)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.