LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. DUNIA

Turki Kirim Pesawat dan Dokter Bantu Evakuasi Korban Serangan Bom Mobil Somalia

Turki mengirim bantuan pesawat dan tim medis ke Somalia setelah terjadi ledakan bom mobil pada Sabtu (28/12). Ledakan tersebut menewaskan 79 orang dan ratusan lainnya terluka.

2019-12-30 18:10:00
Somalia
Advertisement

Pesawat militer Turki pada Minggu mengevakuasi 16 korban luka dari serangan ledakan bom mobil di Mogadishu, Somalia yang menewaskan 79 orang dan membuat kewalahan layanan kesehatan setempat.

Pesawat tersebut juga membawa dokter untuk membantu merawat sekitar 125 orang yang terluka dalam ledakan hari Sabtu, yang terjadi ketika sebuah kendaraan meledak di sebuah pos pemeriksaan keamanan yang sibuk.

"Misi penyelamatan berlanjut sejak kemarin ketika ledakan terjadi dan setelah upaya yang panjang dan telaten, kami telah berhasil mengevakuasi 16 orang yang terluka ke Turki untuk perawatan medis lebih lanjut," kata Wali Kota Mogadishu, Omar Mohamed Mohamud kepada wartawan di bandara, dilansir dari laman Alaraby, Senin (30/12).

Advertisement

Tidak ada kelompok yang mengklaim serangan berdarah itu. Namun Presiden Mohamed Abdullahi Farmaajo menyalahkan kelompok Islam Al-Shabaab, yang secara teratur melakukan serangan bom mobil dan serangan lainnya di ibukota, dalam upaya mereka selama satu dekade untuk menggulingkan pemerintah yang didukung dunia internasional.

Ledakan pada Sabtu adalah yang paling mematikan sejak truk meledak pada 2017 di dekat kapal tanker bahan bakar, menciptakan bola api yang menewaskan lebih dari 500 orang.

Somalia memuji Turki atas responsnya terhadap pemboman 2017 pada saat itu setelah sekutunya mengirim ambulans udara untuk mengangkut korban ke Turki dalam waktu hanya 48 jam setelah ledakan besar.

Advertisement

Sementara itu Farmaajo menuding organisasi teroris Al-Shabaab berada di balik serangan Sabtu. Hal itu disampaikan melalui siaran televisi dan mengecamnya sebagai upaya untuk "mengintimidasi dan meneror masyarakat Somalia dan membantai mereka di setiap kesempatan yang tersedia".

Sebanyak 16 korban tewas adalah mahasiswa Universitas Banadir, yang berkunjung ke wilayah tersebut menggunakan bus ketika bom meledak.

Direktur layanan ambulans pribadi, Abdukadir Abdirahman Haji, mengatakan kepada AFP sekitar 125 orang terluka dalam serangan tersebut.

Kepala polisi Somalia Abdi Hassan Mohamed mengatakan pada hari Sabtu 79 orang tewas, tetapi jumlah korban bisa bertambah.

"Masih ada operasi penyelamatan yang berlangsung untuk membantu mereka yang telah dibantai oleh para teroris saat sedang bekerja," kata Menteri Informasi Somalia Mohamed Abdi Heyr kepada wartawan.

"Kami telah menerima dokter dan obat-obatan pagi ini yang dikirim oleh pemerintah Turki dan kami bekerja untuk memisahkan orang yang terluka parah dari yang lain untuk mengirim mereka ke luar negeri dan sisanya akan dirawat oleh para dokter," tambahnya.

Abdi Heyr mengatakan sekitar 24 dokter spesialis trauma datang dari Turki - sekutu utama Somalia.

Menteri Keamanan Somalia Mohamed Abukar Islow yang mengadakan konferensi pers bersama wali kota di bandara mengatakan beberapa dokter dari Turki akan tetap tinggal untuk merawat para korban.

"Ada dokter dari Turki, beberapa dari mereka kembali dengan pesawat itu, tetapi yang lain akan tetap di sini untuk merawat orang-orang di sini, saudara-saudara Qatar kami juga akan mengirim pesawat lain yang akan mengungsikan lebih banyak orang yang juga terluka parah," katanya.

Puluhan ambulans berlalu lalang membawa korban dari berbagai rumah sakit di kota tersebut ke bandara untuk dibawa ke Turki.

Penduduk Mogadishu, Abdulkadir Moalim mengatakan keluarganya merasa putus asa karena sepupunya menderita luka kepala serius dalam ledakan itu.

"Masalah dengan ledakan itu adalah bahwa bahkan jika Anda lolos dari maut, Anda dapat mengalami cedera yang mengancam jiwa seperti sepupu saya, yang memiliki cedera di kepala dan dokter medis di sini tidak bisa mengobatinya di dalam negeri," katanya.

"Alhamdulillah, dia akan dibawa ke Turki sekarang dan kami berharap dia sembuh."

Dua warga Turki tewas dalam ledakan itu dan menurut sumber medis, dua lainnya yang terluka akan diterbangkan ke Turki.

Sejak 2015, telah terjadi 13 serangan di Somalia dengan korban tewas di atas 20. Sebelas di antaranya terjadi di Mogadishu. Semuanya melibatkan bom mobil.

(mdk/pan)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.