LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. DUNIA

Turki buka rekaman peringatan sebelum Sukhoi ditembak jatuh

Militer Turki merespon tuduhan kopilot pesawat Su-24 yang mengaku tak diberi peringatan di Latakia

2015-11-26 12:58:00
Turki tembak jet Rusia
Advertisement

Kopilot jet tempur Sukhoi Su-24 yang ditembak jatuh di perbatasan Suriah, Kapten Konstantin Murahtin, mengklaim tidak ada upaya pihak Turki menghubungi pihaknya sebelum mengirim dua jet F-16. Dia meyakini pesawatnya tiba-tiba ditembak jatuh tanpa alasan.

Militer Turki membantah klaim Murahtin. Seperti dilansir stasiun televisi Aljazeera, Kamis (26/11). Rekaman suara peringatan menara pengawas sebelum menembak jatuh jet Rusia tersebut dirilis.

Percakapan dalam bahas Inggris itu menunjukkan operator udara Turki memperingatkan Sukhoi agar mengganti haluan.

Advertisement

"Ini adalah Militer Udara Turki, anda mendekat ke wilayah udara Turkim rubah arah tujuan sekarang, ini adalah peringatan", ungkap rekaman tersebut.

Peringatan ini dikeluarkan oleh Pangkalan Udara Diyarbakir dan bukan oleh pilot F-16. Turki memutuskan menembak jatuh Sukhoi itu, karena 10 kali diperingatkan tetap membandel. Dalam versi Turki, peringatan itu diberikan 5 menit sebelum Sukhoi memasuki wilayah mereka. Pesawat lalu dijatuhkan 17 detik selepas kawasan udara Turki diterobos pihak Rusia.

Advertisement

Jejak Su-24 Rusia terekam radar Turki ©2015 CNN Turki


Kendati begitu, Kopilot Murahtin dengan tegas mengatakan hal tersebut tidak benar adanya.

"Tidak ada peringatan atau yang semacamnya, tidak melalui suara radio tidakl pula secara pandangan mata," kata Murakhin kepada media di Pangkalan Udara Moskow di Suriah.

Rekan Murahtin, Pilot Letkol Oleg Peshkov, tewas setelah mereka sama-sama melontarkan diri dari pesawat. Peskhov ditembak di perbukitan Latakia, oleh militan yang kemungkinan dari kelompok IHH, anggotanya warga Suriah berdarah Turki.

Karena hal tersebut, Rusia mengklaim aksi Turki bukan melindungi kedaulatan melainkan provokasi terencana.

"Kami tidak punya keinginan berperang melawan Turki, tapi kami hanya bisa bereaksi atas apa yang terjadi sejauh ini," kata Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov.

(mdk/ard)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.