Tunggu Vaksin AstraZeneca, Brasil Lakukan Vaksinasi Massal Paling Cepat Bulan Maret
Meski penyebaran virus corona semakin parah di Brasil, vaksinasi massal yang akan dilakukan pemerintah baru akan dilakukan paling cepat bulan Maret 2021. Pejabat kesehatan Brasil menyatakan mereka menunggu vaksin produksi AstraZeneca.
Meski penyebaran virus corona semakin parah di Brasil, vaksinasi massal yang akan dilakukan pemerintah baru akan dilakukan paling cepat bulan Maret 2021. Pejabat kesehatan Brasil menyatakan mereka menunggu vaksin produksi AstraZeneca.
Brasil memiliki jumlah kematian tertinggi kedua di dunia akibat pandemi dengan lebih dari 180.000 orang meninggal, setelah Amerika Serikat yang telah menembus 300.000 jiwa.
Saat Inggris dan Amerika Serikat memulai imunisasi menggunakan suntikan yang dikembangkan oleh Pfizer, Kementerian Kesehatan Brasil mendapat tekanan untuk segera menyediakan vaksin di tengah kritik bahwa pemerintah tidak mengamankan pasokan calon potensial yang cukup beragam.
"Ini bukan lari cepat 100 meter," kata Marco Krieger, wakil presiden produksi dan inovasi kesehatan di institut Fiocruz, dalam sebuah wawancara. Kami di Fiocruz bersiap untuk maraton. Demikian seperti dilansir Reuters, Selasa (15/12).
Krieger mengatakan lembaga yang berbasis di Rio de Janeiro, yang memiliki kesepakatan untuk memproduksi suntikan AstraZeneca, mengharapkan untuk memberikan 100 juta dosis pada paruh pertama tahun 2021 dan 110 juta dosis lagi pada paruh kedua. Jangka waktu itu tergantung pada persetujuan dari regulator kesehatan Anvisa.
Vaksin AstraZeneca adalah pertaruhan utama Brasil, dengan kesepakatan harga 1,9 miliar reais (USD371,6 juta) pada bulan Juni untuk mengamankan bahan mentah dan transfer teknologi produksi ke Fiocruz.
Meski telah lama menjadi pelopor dunia, vaksin AstraZeneca belum mendapat persetujuan penggunaan darurat. Sementara Pfizer menjadi vaksin pertama yang diluncurkan di Inggris dan telah mendapatkan otorisasi dari banyak negara.
Brasil pun ikut mengamankan vaksin Pfizer, menandatangani kesepakatan untuk lebih dari 70 juta dosis. Tetapi hanya 2 juta di antaranya yang akan dikirim dalam tiga bulan pertama tahun depan, menurut rencana vaksinasi nasional pemerintah.
Di Sao Paulo, negara bagian terkaya dan terpadat di negara itu, Gubernur Joao Doria telah mendapatkan 60 juta dosis vaksin yang dikembangkan oleh Sinovac Biotech China. Namun, data khasiat untuk suntikan itu masih belum dirilis dan masih belum jelas apakah pemerintah federal akan membeli vaksin tersebut.
Oleh karena itu, Krieger mengatakan dia yakin opsi AstraZeneca akan terus menjadi yang paling penting bagi Brasil, meskipun akan membutuhkan waktu untuk membangun kekebalan yang signifikan.
"Hanya pada paruh kedua tahun depan kami akan memiliki tingkat perlindungan vaksinasi yang cukup untuk secara signifikan mengurangi sirkulasi virus," katanya, menambahkan bahwa 30-40% populasi Brasil dapat diinokulasi pada pertengahan 2021.
"Kami melihat cahaya di ujung terowongan, tapi kami masih di dalam terowongan," katanya.
(mdk/bal)