Tujuh Warga Tanzania Tewas Setelah Makan Daging Penyu Beracun
Tujuh orang, termasuk seorang anak berusia tiga tahun, tewas di Pulau Pemba, Tanzania setelah memakan daging penyu beracun. Tiga lainnya masih dirawat di rumah sakit.
Tujuh orang, termasuk seorang anak berusia tiga tahun, tewas di Pulau Pemba, Tanzania setelah memakan daging penyu beracun. Tiga lainnya masih dirawat di rumah sakit.
Daging penyu kerap dikonsumsi warga yang tinggal di pulau-pulau Tanzania dan daerah pesisir tetapi pihak berwenang sekarang melarang konsumsi kura-kura di daerah tersebut.
Dalam kasus langka, daging penyu dapat menjadi racun karena memakan jenis makanan beracun yang dikenal sebagai chelonitoxism.
Penyebab pastinya tidak diketahui namun diduga terkait dengan ganggang beracun yang dimakan kura-kura, menurut badan amal Turtle Foundation.
Menurut komandan kepolisian Pemba, Juma Said Hamis kepada BBC, sedikitnya lima keluarga di Pemba, yang merupakan bagian dari pulau semi-otonom Zanzibar, makan daging penyu Kamis lalu.
Efeknya pertama kali dirasakan keesokan harinya dan anak berusia tiga tahun itu yang pertama meninggal. Dua lainnya meninggal malam itu dan kemudian empat lagi pada hari Minggu.
Dikutip dari BBC, Selasa (30/11), sebanyak 38 orang lainnya dirawat di rumah sakit, tetapi sebagian besar dipulangkan dan tiga yang tersisa dalam kondisi stabil.
Dalam sebuah pesan di Twitter, Presiden Zanzibar Hussein Mwinyi menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban keracunan ini.
Turtle Foundation menyampaikan, keracunan dapat berdampak buruk pada anak-anak dan orang tua, meskipun orang dewasa yang lebih sehat juga dapat meninggal.
PadaMaret di Madagaskar, 19 orang, termasuk sembilan anak-anak, tewas setelah makan daging kura-kura.
Reporter Magang: Ramel Maulynda Rachma
Baca juga:
Novelis Tanzania Abdulrazak Gurnah Dinobatkan sebagai Pemenang Nobel Sastra 2021
Pria Bersenjata Serang Kedubes Perancis di Tanzania, 4 Tewas
CEK FAKTA: Hoaks Alat Test yang Didapat Presiden Tanzania Deteksi Corona pada Pepaya
Presiden Tanzania Klaim Negaranya Bebas Covid-19 Berkat Kekuatan Doa
Badak Tertua di Dunia Mati pada Usia 57 Tahun
Membasmi Nyamuk Malaria dengan Teknologi Drone