LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. DUNIA

Trump tersangkut 3.500 kasus hukum, terbanyak di sejarah capres AS

Tim pengacara Trump setahun terakhir saja ke pengadilan 50 kali. Kasusnya mulai dari sengketa kasino sampai fitnah

2016-06-03 10:16:00
Donald Trump
Advertisement

Donald Trump adalah calon presiden Amerika Serikat paling sering tersangkut kasus hukum sebelum mengikuti pemilu. Penelusuran USA Today, Jumat (3/6), menunjukkan sang pengusaha kasino dan properti itu sedikitnya tersangkut 3.500 kasus pidana maupun perdata di seluruh tingkatan pengadilan.

Data ini dikumpulkan dari dokumen pengadilan selama tiga puluh tahun terakhir. Jenisnya bermacam-macam, mulai dari sengketa kepemilikan rumah judi dengan mitra bisnis sampai tuduhan mencemarkan nama baik.

Capres AS jarang sekali tersangkut kasus hukum, karena dianggap bisa mencoreng reputasi di mata pemilih. Kasus Donald Trump ini adalah pengecualian.

Advertisement

Setahun terakhir sesudah sang pengusaha mengumumkan ingin maju dalam pemilu Negeri Paman Sam, jumlah gugatan hukum yang mampir mencapai 70 kasus dari dan kepada Trump sebagai institusi maupun personal.

Dari catatan USA Today, hal ini menunjukkan gaya kepemimpinan sang capres Partai Republik. Separuh gugatan itu dilancarkan oleh Trump kepada orang-orang yang bersilang pendapat dengannya.

"Trump tak ragu memperkarakan orang kecil, seperti penyewa rumah di salah satu real estatnya," tulis USA Today.

Advertisement

Seluruh kerajaan bisnis Trump juga kerap berurusan dengan isu pajak. Lebih dari 100 kasusnya adalah dugaan bisnis pria 69 tahun itu mengemplang pajak. Sampai sekarang, Trump masih harus menghadapi 50 gugatan yang naik banding hingga Mahkamah Agung.

Salah satu kasus gugatan hukum kepada Trump yang paling terkenal adalah tuduhan penipuan atas universitas wirausaha. Para mahasiswa Trump University merasa ditipu, karena kelas mereka ternyata cuma berupa seminar motivasi, bukan sekolah sungguhan. Trump bahkan tidak pernah datang menyapa mereka atau mengisi kelas.

Alhasil, puluhan bekas mahasiswa kampus abal-abal di California itu akhirnya menggugat Trump menuntut ganti rugi.

Baca juga:
Donald Trump ingin temui Kim Jong-un rundingkan nuklir
Deretan perang kata-kata Shadiq Khan vs Donald Trump
Di restoran ini Putin mencium Donald Trump
Pengusaha minyak ini dukung Trump larang muslim masuk AS
Merasa dicintai Yahudi, Trump berjanji segera melawat ke Israel

(mdk/ard)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.