Trump soal penembakan di Texas: Rakyat Amerika akan bersatu hadapi ini
Ungkapan bela sungkawa tersebut disampaikan Trump saat dirinya tengah berada di Tokyo, Jepang, untuk menemui Perdana Menteri Shinzo Abe dan membahas beberapa isu khususnya tentang uji coba senjata nuklir dari Korea Utara dalam rangkaian tur Asia-nya.
Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan rasa duka yang mendalam atas terjadinya penembakan massal di sebuah gereja di Sutherland Springs, Texas, yang menewaskan 26 orang.
"Anda tidak bisa menggambarkan rasa sakit dan kesedihan yang kami semua rasakan untuk para korban yang tewas dalam insiden ini," kata Trump, seperti dilansir dari laman Reuters, Senin (6/11).
Ungkapan bela sungkawa tersebut disampaikan Trump saat dirinya tengah berada di Tokyo, Jepang, untuk menemui Perdana Menteri Shinzo Abe dan membahas beberapa isu khususnya tentang uji coba senjata nuklir dari Korea Utara dalam rangkaian tur Asia-nya.
"Rakyat Amerika akan bersatu dan melakukan yang terbaik. Kami akan tetap tegar dan kuat menghadapi ini semua," ungkapnya lagi, seraya menambahkan bahwa pemerintah federal akan membantu seluruh korban yang terkena dampak peristiwa penembakan ini.
Sebagaimana diketahui, penembakan massal tersebut dilakukan oleh seorang pria kulit putih yang diidentifikasi bernama Devin Kelley. Menurut penelusuran pihak berwenang, Kelley merupakan mantan anggota Angkatan Udara AS yang dipecat secara tidak hormat pada 2014 lalu.
Kelley ditemukan tewas dalam mobil usai melakukan penembakan. Namun, polisi belum memastikan pelaku tewas bunuh diri atau ditembak mati oleh petugas.
Kini, penegak hukum setempat tengah menelusuri motif penembakan yang dilakukan oleh Kelley salah satunya lewat unggahan di media sosial pribadinya.(mdk/rhm)