LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. DUNIA

Trump mengancam tak bakal ada lagi jumpa pers di Gedung Putih

Trump mengeluh media massa kerap memojokkannya dalam pemberitaan.

2017-05-14 13:45:24
Donald Trump
Advertisement

Hubungan Presiden Amerika Serikat Donald Trump dengan media jauh dari kata harmonis. Trump menuding media selalu memojokkan dia dan keluarganya dengan memberitakan hal-hal buruk.

Kabarnya karena alasan itu, ketika perayaan 100 harinya menjadi presiden, Trump tidak menghadiri perjamuan dengan media di Gedung Putih.

Baru-baru ini, Trump makin sewot dengan media hingga membuatnya mengancam untuk menghentikan kegiatan konferensi pers rutin di Gedung Putih. Ancaman ini dikeluarkan usai media mengkritik pemerintahan pengusaha New York itu karena telah memecat Direktur FBI James Comey.

Presiden yang terkenal sering sekali mengeluarkan pernyataan kontroversi di Twitter itu menyebutkan kemungkinan terbaik adalah menghentikan semua jadwal konferensi pers ke depannya.

"Mungkin hal terbaik harus dilakukan adalah membatalkan semua jumpa pers di masa mendatang dan memberikan tanggapan tertulis demi akurasi," tutur Trump lewat akun Twitter pribadinya, seperti diberitakan surat kabar Independent, Sabtu (13/5).

Komentar ini dicuitkan Trump usai mendapat kritik luar biasa akibat pemberitaan media mengenai pemecatan Direktur FBI, James Comey. Sementara itu, sang presiden menyebutkan tidak biasa memberi alasan tepat atas pemecatan yang dilakukannya dikarenakan jadwal super padat.

Akibat keputusannya, Trump semakin dikecam karena tak mesra dengan media. Bahkan, penasihat seniornya Stephen Bannon menyebut media sebagai 'oposisi'.

Rupanya tak hanya Trump yang marah pada media, para pencari berita juga sebal dengan pria 70 tahun itu. Pasalnya, seorang fotografer Rusia mengaku bisa masuk dalam ruangan tempat pertemuan Trump dan Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov, sementara media AS ditahan tak bisa masuk bahkan untuk mengambil gambar sedikit saja.

Sebelumnya, Sekretaris Pers Trump, Sean Spicer, dikritik karena mengadakan jumpa pers hanya dengan media tertentu.

Baca juga:
Pariwisata AS terancam akibat Trump larang turis asing bawa laptop
Trump pecat direktur FBI pilihan mantan presiden Barack Obama
Ulama Saudi dihujat gara-gara doanya untuk Trump
Mural Donald Trump dan Paus Fransiskus berciuman gegerkan Roma
Trump mengancam tak bakal ada lagi jumpa pers di Gedung Putih

Advertisement
(mdk/ary)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.