LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. DUNIA

Toserba rasis di Meksiko, tak mau layani muslim dan Obama

Tanda rasis di toserba Meksiko melarang muslim dan Obama untuk belanja di sana. Bahkan, menurut mantan pegawai toserba, jika ada pelanggan menyinggung sang pemilik toko, maka dia dilarang masuk dan belanja di toko itu lagi.

2017-01-03 14:02:00
rasisme
Advertisement

Toko serba ada (toserba) Mayhill di Meksiko memasang tanda kontroversial di jendelanya selama bertahun-tahun. Tanda khusus tersebut bertuliskan, 'Obama dan orang muslim lainnya tidak diterima di sini'.

"Tanda itu sudah dipasang sejak lama," kata mantan karyawan toko, Marlon McWilliams, seperti dilansir dari laman Independent, Selasa (3/1).

"Bahkan, jika Anda masuk ke sana dan menyinggung perasaan pemilik, Anda tidak bisa masuk ke sana lagi. Dia (pemilik toko) banyak menolak orang," sambungnya.

Advertisement

Selain itu, kata Williams, toko itu juga menjual tisu toilet bermerek Obama dan tulisan lain yang menargetkan Hillary dan Bill Clinton.

Tahun lalu, toko tersebut menjual tanda lain yang bertuliskan 'bunuh Obama' dan beberapa tanda lain yang ditujukan kepada tokoh-tokoh untuk menunjukkan rasisme.

Meski demikian, polisi tidak melakukan penyelidikkan terhadap kejadian ini karena belum ada yang membuat pengaduan. Salah satu pengguna akun media sosial Facebook menyatakan rasa keberatannya terhadap kebijakan di toko tersebut.

Advertisement

"Dengan memasang tanda yang menyatakan bahwa hanya orang-orang tertentu bisa masuk toko, Anda berpartisipasi dalam diskriminasi yang sama padahal kita sudah berusaha sangat keras untuk menghilangkannya sejak beberapa tahun yang lalu," komentar salah satu pengguna.

Selain itu Direktur Komunikasi Nasional Dewan Hubungan Islam-Amerika, Ibrahim Hooper juga menyuarakan hal serupa. Dia mendesak agar pemilik toko tidak lagi memasang tanda itu.

"Semua orang memang memiliki hak untuk kebebasan berbicara. Tetapi bagaimana jika itu hanya berisi hal menyinggung? Kami mendesak pemilik toko agar menghapus tanda demi kepentingan kesusilaan umum dan kesatuan bangsa kita pada saat perpecahan sedang meningkat," kata Hooper.

Sementara itu organisasi CAIR mengatakan ada lebih dari 900 insiden anti-Muslim sejak Donald Trump terpilih sebagai presiden AS, termasuk kepada para muslimah dan masjid-masjid yang kerap menjadi target ancaman. FBI sendiri menemukan ada peningkatan sebesar 67 persen dari tahun 2015.

Baca juga:
Begini cara unik dan seram perayaan Tahun Baru ala warga Meksiko
Viral di Facebook, perayaan HUT gadis ini dihadiri ribuan orang
Menantang maut berjalan di atas tali setinggi 246 meter
'Lonceng-lonceng neraka' di bawah birunya Cenote Zapote Meksiko
Ngerinya turnamen gulat ekstrem di Meksiko sampai babak belur

(mdk/che)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.